alexametrics

Berisi Plug-in Adware, Pengembang Aplikasi China Diblokir Google

loading...
Berisi Plug-in Adware, Pengembang Aplikasi China Diblokir Google
Ilustrasi logo Google. FOTO/ Ist
A+ A-
JAKARTA - Google melarang pengembang aplikasi asal China, CooTek, diperdagangkan secara publik baik dari Play Store dan platform iklan.

Keputusan itu berawal sejak bulan lalu ketika perusahaan keamanan Lookout secara publik mengungkapkan bahwa 238 aplikasi perusahaan berisi plug-in adware, BeiTaAd.

Plug-in ini memicu iklan yang mengganggu ketika ponsel tertidur, terkunci, atau dalam kasus lain ketika aplikasi CooTek tidak digunakan.



"Meskipun iklan di luar aplikasi tidak terlalu baru, iklan yang disajikan oleh plugin ini membuat ponsel hampir tidak dapat digunakan," tulis Insinyur Keamanan dari Lookout, Kristina Balaam, dalam postingan blog.

Dia mengatakan pengguna yang melaporkan tidak dapat menjawab panggilan atau berinteraksi dengan aplikasi lain, karena serangan yang begitu kuat dan luas iklan yang ditampilkan.

CooTek, yang berbasis di Shanghai, diperdagangkan di New York Stock Exchange dan memiliki ratusan aplikasi Android di Play store, termasuk aplikasi keyboard TouchPal yang populer.

Sampai saat ini lebih dari 60 aplikasi CooTek telah dihapus dari Play Store dan CooTek sekararang sepenuhnya dilarang beriklan di platform Google, sebagaimana dilansir dari BuzzFeed News, Rabu (17/7/2019).

"Kebijakan pengembang Google Play kami melarang keras perilaku jahat dan menipu, serta iklan yang mengganggu. Ketika ditemukan pelanggaran, kami mengambil tindakan," kata juru bicara Google.

CooTek adalah pengembang aplikasi besar Tiongkok kedua yang menerima larangan dari Google tahun ini. Pada bulan April, semua aplikasi dari Do Global, pengembang dengan setengah miliar pemasangan dan ikatan dengan raksasa e-commerce Baidu dihapus.

Tindakan itu diambil setelah penipuan iklan dan pelanggaran kebijakan Google lainnya.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak