alexametrics

Pengguna Nama Domain .id Dalam Negeri Rendah, Kalah Telak dari Malaysia

loading...
Pengguna Nama Domain .id Dalam Negeri Rendah, Kalah Telak dari Malaysia
(Kanan) Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerja Sama dan Marketing PANDI, Heru Nugroho saat pemaparan di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Foto/Intan R/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Hingga pertengahan 2019, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mencatat pengguna nama domain .id ada diangka 318.090.

Meski angka ini dianggap bertumbuh, tapi populasinya masih terbilang kecil dan masih jauh dibanding dengan pengguna nama domain sejenis seperti .co, .me, .tv, apa lagi .com yang telah berjumlah ratusan juta.

Sekadar informasi penggunaan nama domai .id dalam negeri tercatat 96% dan sisanya 4% berasal dari luar negeri yang tersebar di beberapa negara seperti Singapura, Australia, Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat. "Namun jumlah pemakaian nama domain .id di dalam negeri sendiri masih tergolong kecil," ungkap Wakil Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Kerja Sama dan Marketing PANDI Heru Nugroh di Jakarta, Rabu (17/7/2019).



Dia menilai, beberapa merek lebih menyukai menggunakan .com dibanding menggunakan Top-Level Domain (TLD) di Indonesia .id. "Brand-brand besar di Indonesia lebih suka .com, dugaan sementara ya memang mereka masih terhanyut oh yang keren itu .com," ujarnya.

Sepengetahuannya, jumlah pengguna .com ada minimal 700.000 di Indonesia. "Sedangkan .id hanya 96% dari jumlah 318.090 pengguna," kata Heru.

Selain itu, sambung dia, di negara lain seperti Malaysia dengan TLD .my memiliki pengguna lokal hingga 360.000. Jadi secara angka lebih besar dibanding pengguna domaind .id di Tanah Air.

"Padahal kalau kami lihat .my dengan populasi cuma separuhnya, pengguna .my sampai 360.000- ribu. Bahkan lebih besar dari pengguna .id di Indonesia. Masak malaysia yang cuma segitu bisa sampai lebih dari kita," katanya prihatin.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak