alexametrics

Regulator Eropa Sebut Oppo Punya Tiga Handphone Baru yang Siap Dirilis

loading...
Regulator Eropa Sebut Oppo Punya Tiga Handphone Baru yang Siap Dirilis
Regulator Eropa mengungkap Oppo menyiapkan tiga handphone baru untuk memperkuat pasar mereka di Benua Biru. Foto/ist
A+ A-
LONDON - Industri manufaktur smartphone cukup kompetitif, terutama di tiga pasar teratas dunia. Yakni, China sebagai puncak jumlah pengguna handset, India sebagai pasar ponsel cerdas terbesar kedua yang dikuasai Xiaomi dan beberapa merek lain termasuk Oppo. Serta AS, pasar ponsel terbesar ketiga yang didominasi Apple dan Samsung.

Namun, pasar Eropa terbuka lebar dan persaingannya kurang ketat. Banyak OEM China yang pindah ke Eropa dan Oppo tampaknya merencanakan invasi massal.
Regulator Eropa Sebut Oppo Punya Tiga Handphone Baru yang Siap Dirilis

Baru-baru ini, Oppo mengajukan lebih dari 20 aplikasi pendaftaran merek dagang ke European Intellectual Property Office. Sekarang, tiga handphone baru dari Oppo telah lulus sertifikasi EEC.

Laman Giz China menyebutkan, model Oppo yang mendapatkan sertifikasi dilengkapi dengan nomor model CPH1931, CPH1941, dan CPH1951. Tanggal pendaftaran EEC untuk ponsel cerdas ini adalah 8 Juli 2019. Sayangnya, sertifikasi ini tidak disertai dengan spesifikasi perangkat ini.
Regulator Eropa Sebut Oppo Punya Tiga Handphone Baru yang Siap Dirilis

Menurut informasi Aliansi Teknologi Bluetooth sebelumnya, Oppo "CPH1931" akan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 665 delapan-inti, clock 2GHz. Ponsel ini juga mencakup layar HD 6,5 inci dan baterai 5.000 mAh.



Selain itu, telepon seluler Oppo "CPH1931" menjalankan sistem operasi ColorOS 6.1. Spekulasi percaya bahwa handset ini adalah penerus Oppo R15 Pro. Selain itu, ada juga laporan bahwa Oppo "CPH1931" mungkin debut sebagai bagian dari seri Reno.
Regulator Eropa Sebut Oppo Punya Tiga Handphone Baru yang Siap Dirilis
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak