alexametrics

Bizzy.co.id Kini Rambah Layanan Logistik dan Distribusi

loading...
Bizzy.co.id Kini Rambah Layanan Logistik dan Distribusi
Manajemen Bizzy Group saat secara resmi mengumumkan konsolidasi di antara tiga anak usahanya dengan target omzet tahun ini mencapai Rp5 triliun. Foto/Muh Iqbal M/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Bizzy.co.id melakukan ekspansi jangkauan layanan bisnis ke sektor logistik dan distribusi sehingga menjadi platform layanan rantai pasok secara penuh. Dengan integrasi dari perluasan jangkauan layanan ke dua sektor baru tersebut, Bizzy menargetkan omzet konsolidasi meningkat menjadi Rp5 triliun pada tahun ini.

“Target kami dengan integrasi ini dan perluasan jangkauan ke logistik dan distribusi, omzet konsolidasi dapat mencapai Rp5 triliun,” kata Andrew Mawikere, CEOBizzy.co.id, sekaligus CEO Bizzy Group dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Menurut dia, target omzet konsolidasi itu tumbuh 40% dibanding tahun lalu. "Bizzy.co.id bersemangat untuk bersinergi bersama Bizzy Logistics dan Bizzy Distribution. Ketiga perusahaan bersama-sama memiliki basis aset yang kuat dan pengalaman yang saling melengkapi dalam industri masing-masing yakni pengadaan, logistik, dan distribusi, sehingga memberikan peluang lebih besar untuk pertumbuhan dan layanan baru yang menguntungkan para pelanggan, mitra, dan pemegang saham,” papar Andrew.



Setelah kolaborasi dan integrasi, Bizzy Group akan memiliki empat layanan yang terdiri dari Bizzy Marketplace, Bizzy Consolidation, Bizzy Logistics, dan Bizzy Distribution. Dengan sinergi ini, Bizzy Group akan selangkah lebih dekat untuk mewujudkan misinya untuk mendukung perekonomian yang bersih (clean economy) dengan mentransformasikan dan menumbuhkan ekosistem B2B di Indonesia. Lalu kami akan merambah Asia Tenggara,” paparnya.

Andrew menjelaskan, Bizzy Group saat ini sedang membangun platform digital terintegrasi untuk mentransformasikan dan meningkatkan layanan yang sudah ada. Antara lain, pengadaan, logistik, dan distribusi. Bizzy akan mengintegrasikan layanan-layanan ini secara lancar untuk dapat menciptakan rantai pasok digital menyeluruh (end-to-end digital supply chain) di Indonesia.

"Bizzy Marketplace dan Bizzy Consolidation akan membawa pelanggan menuju tingkat kinerja baru, meningkatkan efisiensi operasional, serta perluasan akses ke vendor lokal secara nasional dengan memanfaatkan hub logistik yang ada di 10 kota, pusat distribusi di 26 kota, dan Bizzy remote di 15 kota," paparnya.

Sedangkan Bizzy Logistics merupakan perusahaan logistik terintegrasi kelas dunia di Indonesia. Bizzy Logistics telah membangun basis aset yang kuat dan memberikan layanan berkualitas serta konsisten. "Perusahaan telah menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan ritel terkemuka, pabrikan, perusahaan jasa logistik, perusahaan pelayaran (freight forwarder), pedagang besar, dan pedagang umum untuk memberikan layanan logistik yang sukses meliputi pengiriman barang internasional dan bea cukai, rantai pasok, serta pengangkutan," ungkap Paul Good, Bizzy Logistics.

Sementara Bizzy Distribution merupakan perusahaan distribusi fast moving consumer goods (FMCG) yang telah berpengalaman selama 25 tahun. Perusahaan memiliki 26 cabang dan 100 sub-distributor di Indonesia.

Bizzy Distribution menjual dan mendistribusikan produk-produk barang konsumer dari merek-merek FMCG utama ke perdagangan tradisional, perdagangan modern, dan layanan makanan dengan total 200.000 titik distribusi di Indonesia.

“Sebagai salah satu pemegang saham Bizzy, kami bangga telah bergabung dalam perjalanan pertumbuhan Bizzy dari masa awal hingga sekarang. Kami percaya dengan membangun solusi industri terdepan dalam layanan rantai pasokan, Bizzy Group akan dapat mendorong efisiensi dalam logistik dan distribusi, serta memperkuat inklusivitas ekonomi bisnis digital di Indonesia,” sebut Wilson Cuaca, Co-Founder and Managing Partner dari East Ventures.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak