alexametrics

Mantan Insinyur Nokia Ungkap Alasan Windows Phone Gagal Libas Android

loading...
Mantan Insinyur Nokia Ungkap Alasan Windows Phone Gagal Libas Android
Microsoft gagal bersaing dengan Google dalam bisnis sistem operasi smartphone karena menganggap remeh keberadaan Android. Foto/ist
A+ A-
REDMONT - Microsoft telah mencoba memasuki industri sistem mobile atau OS, tapi gagal selalu gagal selama hampir 20 tahun. Sistem gagal terbarunya, Windows Phone (Windows 10 Mobile) sebenarnya tercatat sebagai yang paling menjanjikan untuk sistem operasi seluler terbesar ketiga di dunia.

Kenapa raksasa teknologi itu bisa gagal? Dikutip dari laman Giz China, baru-baru ini seorang mantan insinyur Nokia menyimpulkan empat alasan mengapa Windows Phone gagal di pasaran.

Microsoft Remehkan Google Android
Pada saat itu, sistem iOS Apple sudah 'panas', tapi Android masih relatif kasar. Nilai nyata Android terletak hanya pada layanan Google, seperti YouTube, Maps, Gmail, dan lainnya.



Jika Anda tidak memiliki layanan Google ini, sistem Windows sebenarnya memiliki peluang yang bagus. Namun, mereka tidak berpikir Android akan menyebar begitu cepat hingga akhirnya terlambat untuk meyadarinya.

Buruknya Layanan Windows 8 Seret Windows Phone
Setelah peluncuran Windows 8, respons pasar sangat buruk. Ini membuat banyak orang mengaitkan Windows Phone 8 dengan Windows 8, meskipun kedua sistem memiliki tim independen.
Reputasi Microsoft Tak Baik
Microsoft tidak menepati janjinya. Ini membuat banyak orang kehilangan kepercayaan pada sistem dan beralih ke platform Android atau iOS.

Pengguna Android dan iOS Sangat Puas
Pada 2014 iOS dan Android sudah memiliki sejumlah besar pelanggan yang merasa puas dengan latanan Google. Sekalipun sistem seluler Microsoft Windows memiliki sejumlah aplikasi tertentu, ekosistem Windows tidak memiliki alasan meyakinkan bagi konsumen untuk beralih ke Microsoft.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak