alexametrics

Tendang Takata, Honda Siapkan Airbag Baru Autoliv

loading...
Tendang Takata, Honda Siapkan Airbag Baru Autoliv
Honda kenalkan kantong udara Autoliv. FOTO/ Ist
A+ A-
TOKYO - Setelah kesandung masalah AirBag Takata, Honda melalui kemitraan penelitian dan pengembangan dengan pemasok kantong udara Autoliv.

Honda America mengumumkan teknologi airbag baru untuk melindungi penumpang jika terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Seperti dilansir dari reuters, Tidak seperti desain kantong udara konvensional satu bagian, insinyur R&D Amerika Honda telah merancang kantong udara dengan empat komponen utama, tiga ruang yang dapat diperluas, dan komponen yang dikenal sebagai panel layar.



Menggunakan analogi seperti sarung tangan baseball (mitt), komponen panel layar akan 'menangkap' dan memastikan kepala penumpang berhenti bergerak untuk meminimalkan cedera.

Dengan meminimalkan kekuatan dan kecepatan rotasi kepala selama tabrakan, itu dapat menawarkan perlindungan yang lebih baik terutama selama tabrakan ke depan, sekaligus mengurangi cedera.

Ini sangat penting karena dalam satu kecelakaan, kepala penumpang bisa 'berputar' atau keluar dari kantong udara karena faktor eksternal.

Desain airbag baru akan tersedia di mobil baru Honda untuk pasar AS mulai tahun depan.

Masih ingat dengan kasus recall yang dilakukan Honda akibat inflator airbag produksi Takata. Kasus ini hingga sekarang masih berlanjut bahkan Takata dilaporkan telah terlibat dalam manipulasi tes inflator airbag.

Pelaporan ini dilakukan pihak Honda Motor Co berdasarkan hasil auditnya. Honda mengatakan melakukan audit semua inflators buatan Takata dimulai pada Oktober 2015. Disebutkan Takata salah mengartikan dan memanipulasi data uji untuk inflators airbag yang telah pecah dengan kekuatan berlebihan, menyebabkan logam dan plastik pecahan menyemprot ke dalam kompartemen kendaraan.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak