alexametrics

Alamak! Ternyata Data Medis Jadi Produk Seksi di Dark Web

loading...
Alamak! Ternyata Data Medis Jadi Produk Seksi di Dark Web
Alamak! Ternyata Data Medis Jadi Produk Seksi di Dark Web
A+ A-
SEKTOR kesehatan ternyata jadi produk yang seksi di dark web. Bahkan, data medis menjadi salah satu komoditas online terpopuler. Dark web terdiri atas apa pun yang biasanya tidak diindeks pada web permukaan. Untuk dapat masuk ke bagian web yang tersembunyi ini, pengguna harus menggunakan perangkat lunak khusus seperti Tor. Tor adalah singkatan dari “the onion router” dan merupakan metode untuk menganonimkan data.

Berdasarkan penelitian, infiltrasi rumah sakit dan layanan kesehatan adalah di antara layanan terbaru yang ditawarkan oleh kelompok peretasan anonim. “Sektor kesehatan masih sedikit tertinggal dalam hal keamanan. Kelompok peretasan sekarang aktif menambah informasi medis dan serangan rumah sakit ke daftar layanan mereka di dark web ,” ujar Seongsu Park, peneliti keamanan di Kaspersky.

“Organisasi, individu, dan perusahaan dapat menjadi pelanggan potensial karena pelaku kejahatan siber menawarkan berbagai layanan,” tambahnya. Park juga mencatat bahwa catatan medis dapat dianggap lebih berharga daripada kartu kredit. Ini karena rumah sakit umum butuh kredensial pribadi dan keuangan pasien sebelum melakukan pemeriksaan atau penerimaan masuk.



“Tujuan utama individu di balik kelompok peretasan ini adalah untuk menjual informasi medis ke kelompok kejahatan lain atau kepada individu yang bertujuan mengakses data medis yang bersifat rahasia,” ungkapnya. Motif para pembeli, menurut Park, dapat mencakup penipuan panggilan, identitas, dan pencurian moneter, serta pemerasan dan kejahatan berdasarkan permintaan.

Ketika dihadapkan pada sebuah profil pelanggan misalnya, sifat dari dark web yang anonim tidak menutup kemungkinan bahwa “identitas” tersebut bisa menjadi siapa saja, mulai dari peretas baru, hingga perusahaan bahkan kelompok cyberspionage.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak