alexametrics

Pasar Tablet Indonesia Stagnan, Samsung Ngaku Penjualan Naik 17%

loading...
Pasar Tablet Indonesia Stagnan, Samsung Ngaku Penjualan Naik 17%
Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia Rendy Tonggo. FOTO/ Intan/ SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Di tengah gempuran smartphone, Samsung baru saja merilis Galaxy Tab S6 di Indonesia. Namun tak dipungkiri bahwa secara nasional tren pasar tablet di Indonesia jalan di tempat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Product Marketing IT & Mobile Samsung Electronics Indonesia Rendy Tonggo Manurung saat Product Experience Galaxy Tab S6.

Namun untuk pasar premium tablet Samsung, ia mengaku, masih mengalami peningkatan sekitar 17% year-on-year.



"Sebenarnya kalau dari nasional trennya itu pasar di Indonesia untuk tablet itu stagnan. Cuma kalau dari pasar premium kita itu year on year-nya itu masih meningkat sekitar 17 persen," ungkapnya di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Samsung, kata Rendy, masih percaya ada kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan smartphone saja. Untuk itu Samsung menghadirkan ekosistem yang mendukung produktivitas dari smartphone.

"Di Samsung kan kita ada watch, buds, dan kita masih ngeluarin tablet karena ini barang komplementer untuk produktivitas dari smartphonenya sendiri sih," ujar Rendy.

Tablet premium Samsung pada 2019 memiliki sekitar 50% market share di Indonesia. Ia mengklaim Samsung menduduki nomer satu di pangsa pasar tablet Tanah Air.

"Kalau market share samsung sih di tahun 2019 ini kita di 50 persen. Kita masih di nomor satu di pangsa pasar tabletnya sih. Jadi di pasar tablet samsung itu 50 persen market sharenya," pungkasnya.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak