alexametrics

Daihatsu Optimistis Pangsa Pasar Gran Max PU Tumbuh

loading...
Daihatsu Optimistis Pangsa Pasar Gran Max PU Tumbuh
Daihatsu Optimistis Pangsa Pasar Gran Max PU Tumbuh. (Istimewa).
A+ A-
JAKARTA - Manajemen Daihatsu optimistis bisa meningkatkan pangsa pasar Gran Max Pick Up (PU) meskipun pasar kendaraan niaga di Jawa Barat (Jabar) tengah anjlok seiring lesunya perekonomian. Hal itu didukung sejumlah program penjualan untuk menggaet pasar lebih masif lagi.

“Kami yakin hingga akhir tahun ini Gran Max PU di Jabar bisa meraih pangsa pasar 31,4 persen. Apalagi sudah terlihat animo masyarakat yang tinggi dengan paket program yang kami tawarkan,” ujar Kepala Wilayah PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation Jawa Barat Kroda Kalantara dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Dia mengungkapkan, berdasarkan registrasi kepolisian (Polreg), penjualan automotif di Jabar sepanjang Januari hingga September 2019 sebesar 58.737 unit atau rata-rata 6.526 unit per bulan atau turun 13% ketimbang rata-rata penjualan tahun lalu yang sebesar 7.465 unit per bulan. Penurunan itu di bawah penurunan nasional yang sebesar 11%. “Ekonomi tahun ini sedang berat. Soalnya terlihat dari pencapaian tahun 2018 lalu itu, market naik dari tahun 2017 yang sebesar 6.833 unit per bulan. Ini karena pergerakan ekonomi dan tahun-tahun politik. Panen komoditas perkebunan juga berkurang,” ujar Kroda.



Dia mengungkapkan, penjualan Daihatsu ternyata turunnya tidak separah market yakni hanya 9% dari rata-rata penjualan 1.291 unit per bulan menjadi 1.179 unit per bulan. Daihatsu masih berada di posisi kedua penjualan automotif terbesar di Jabar kedua di bawah Toyota. Pangsa pasar Daihatsu 18,07%, di atas pencapaian pangsa pasar Daihatsu secara nasional yang berada di angka 17%.

Kroda menjelaskan, penurunan terbesar dialami pasar kendaraan niaga. Penjualan mobil pikap di Jabar turun 26%, sedangkan penjualan mobil pikap Daihatsu yakni Gran Max PU turun 15%.

Dia menambahkan, pihaknya mulai Agustus 2019 lalu mengambil strategi penjualan dengan menghadirkan program-program menarik buat konsumen. Daihatsu memberikan uang muka murah mulai dari Rp12 juta hingga Rp20 juta. Lalu, paket kredit ringan dan sederhana dengan bunga kompetitif. “Paket kredit menarik ini kami berikan karena 81 persen pembeli mobil Daihatsu menggunakan skema kredit, jadi ini tentu menjadi program yang bagus,” tutur dia.

Belum lagi program kontrak servis gratis selama 2 tahun atau 30.000 km. Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan layanan servis dengan mendekatkan diri ke konsumen di daerah-daerah pelosok dengan kendaraan Daihatsu Mobile Service (DMS).

Kendaraan ini dilengkapi peralatan servis dan pasokan suku cadang. Saat ini, Daihatsu Jabar memiliki lima unit DMS yang masing-masing diperkuat empat SDM yakni tiga mekanik dan satu administrasi.

“Mobil komersial jarang datang ke bengkel, soalnya, bagi mereka, waktu adalah duit. Makanya kami datangi ke lokasi mereka. Kami juga membuka service point ke berbagai daerah seperti Ciamis, Bandung Barat, Majalaya, Majalengka, dan daerah lainnya di mana konsumen di sana kesulitan jika membawa mobilnya untuk servis ke bengkel kami di tengah kota,” papar dia.

Menurut Kroda, langkah-langkah itu menjadi kunci keberhasilan penjualan Daihatsu, sebab konsumen menjadi nyaman. Setelah membeli mobil, konsumen tidak lagi khawatir dengan layanan purna jual, baik perawatan dan ketersediaan suku cadang. “Konsumen beli Daihatsu bisa nyaman, mereka tinggal cari duit, kami yang beresi bengkel,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebulan sejak paket program itu dijalankan, sudah terlihat adanya peningkatan penjualan. Seperti data Polreg, penjualan Gran Max PU yang pada Agustus hanya 157 unit, naik menjadi 162 unit. “Kami optimistis hingga akhir tahun ini bisa mencapai 31 persen, atau sama dengan kondisi saat tahun 2017,” papar Kroda. (Hatim Varabi)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak