alexametrics

Tol Langit Rampung, Pemerintah Lanjut Bangun 500 BTS Hingga Akhir 2019

loading...
Tol Langit Rampung, Pemerintah Lanjut Bangun 500 BTS Hingga Akhir 2019
Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Selasa (15/10/2019). FOTO/ INTAN/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Direktur Utama Badan aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Achmad Latif, mengatakan pemerintah akan mengejar pembangunan sebanyak 4.000 Base Transceiver Station (BTS) pada 2020 mendatang.

Lebih lanjut, Anang merinci, dari 4.000 BTS tersebut ditargetkan sebanyak 500 BTS yang selesai dibangun hingga akhir 2019 ini.

Kemudian, 3.500 BTS yang tersisa diharapkan bisa siap 2020 mendatang.



"Rancangannya itu sudah kita kumpulkan dari semua kepala dinas kabupaten, beserta beberapa bupati yang kita kumpulkan karena lokasi tentunya berdasarkan lokasi usulan mereka. 500 dieksekusi di tahun ini," ujarnya saat ditemui di Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Rencananya seluruh BTS tersebut akan dibangun oleh BAKTI dengan menggunakan dana USO. Anang menyebut setengah dari 4.000 yang direncanakan akan dibangun di wilayah Papua dan Papua Barat.

Ia menambahkan sejauh ini pembangunan BTS memang diprioritaskan untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Kendati demikian, bukan berarti daerah lain kemudian diabaikan. Ia mengatakan masih ada titik-titik yang menjadi target untuk dibangunnya BTS oleh pemerintah.

"Masih banyak ya lokasi lain yang perlu dicover, contoh Natuna. Potensi ada tapi sinyalnya ga ada," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan pengoperasian Palapa Ring di seluruh Indonesia menyebut pemerintah tahun depan berencana membangun 4.000 BTS.

Adanya BTS-BTS ini diharapkan akan mengatasi wilayah-wilayah blankspot atau area tak tersentuh sinyal komunikasi yang masih ada saat ini.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak