alexametrics

Lampu Otomatis, Solusi Tepat Pengaman Rumah

loading...
Lampu Otomatis, Solusi Tepat Pengaman Rumah
Lampu Otomatis, Solusi Tepat Pengaman Rumah. (Istimewa).
A+ A-
PENCURI tidak lagi mengetahui apakah Anda ada di rumah. Anda pun terbebas dari rutinitas mematikan dan menyalakan lampu, alat ini akan melakukannya untuk Anda. Pengoprasiannya pun tidak rumit, harga pun tidak mahal.

Lampu depan yang tidak menyala di malam hari, atau malah terus hidup sepanjang hari, adalah salah satu tanda pemilik rumah sedang tidak ada. ini adalah isyarat yang gampang sekali dibaca oleh maling yang berniat memasuki rumah.

Untuk amannya, lampu memang harus dinyalakan menjelang malam hari, dan dimatikan di pagi hari. Tapi, hal ini tak mungkin Anda lakukan saat harus meninggalkan rumah cukup lama. Terus menerus meminta tolong pada tetangga untuk menghidupkan dan mematikan lampu rumah, tentu tidak nyaman juga. meninggalkan kunci pagar rumah ke satpam, agar bisa masuk kerumah sekedar menyalakan dan mematikan lampu teras, juga sering kali terasa kurang nyaman.



Nah, ada 2 solusi yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi masalah ini, yaitu menggunakan fitting lampu otomatis atau mengaplikasikan alat pengukur waktu untuk stop kontak. Keduanya membuat lampu menyala di waktu malam dan mati di pagi harinya, secara otomatis. Lalu, apa beda rumah lampu fitting otomatis dan rumah lampu konvensional yang biasa kita pakai selama ini? “Fitting lampu konvensional akan menyala atau mati ketika tombol off dan on pada saklar di tekan. Biasanya fitting lampu otomatis, dilengkapi dengan sensor cahaya, lampu yang sudah dilengkapi dengan fitting otomatis bersensor cahaya ini secara otomatis akan menyala pada kondisi gelap,” jelas arsitek Satrio Herlambang.

Umumnya pendeteksiannya dilakukan berdasarkan ada atau tidaknya cahaya matahari. Namun, saklar harus tetap berada dalam keadaan on. Jadi, Anda pun tidak perlu repot lagi saat meninggalkan rumah dalam waktu yang lama. Optimal tidaknya alat ini bekerja sangat bergantung pada ketepatan Anda meletakkan atau mengarahkan sensor cahaya. Sensor tak boleh terhalang objek apapun yang menimbulkan bayangan gelap. Oleh sensor cahaya, bayangan gelap ini akan diartikan sebagai kondisi gelap atau malam (tidak adanya cahaya matahari), meski itu terjadi di siang hari. Akibatnya, lampu akan menyala terus menerus.

“Jika kondisi tidak memungkinkan untuk mendapatkan kondisi yang pas mengarahkan sensor cahaya, ada dua hal yang bisa kita lakukan. Pertama, memindahkan letak duduk fitting dan menggesernya mendekati cahaya, supaya kabel sensor terjangkau oleh cahaya. Kedua, baiknya berkonsultasi dengan ahli listrik atau teknisi, mengingat jaringan kabel sensor ini cukup rumit,” tutur Satrio.

Alat itu sudah cukup banyak di temukan di pasaran dengan berbagai merek seperti Kenmaster, TUV, Mikawa, dan Kiso. Mendapatkannya pun tidak susah, selain di toko peralatan listrik, juga ada di toko bangunan dan supermarket bangunan seperti Depo, Mitra 10, dan dibeberapa supermarket besar. Jika dibandingkan dengan manfaat yang akan didapat, harganya pun tergolongan murah, hanya berkisar antara Rp25.000 sampai Rp100.000. Beberapa produk memberikan garansi selama seminggu, namun banyak yang lain yang tanpa garansi. “Yang perlu diingat, makin mahal harganya, biasanyakemampuan sensornya pun semakin baik,” ungkap Satrio.

Anda bisa memilih berdasarkan kebutuhan dan kesediaan dana Anda. Satu hal yang paling penting adalah sesuaikan dengan daya lampu (watt) yang nantinya ingin Anda gunakan nantinya. Makin tinggi daya lampu, biasanya makin mahal harganya. Untuk mengetahui kapasitas dayanya Anda bisa melihat di keterangan yang tertulis di setiap produknya.

Dengan begitu, acara mudik Anda pun menjadi lebih tenang dan nyaman. Karena keadaan rumah pun bisa tetap terkontrol dengan baik. Selamat mencoba.

Tips Pemakaian yang Aman :
Agar alat bekerja secara optimal dan aman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
1. Pasang sensor di tempat yang tepat, yaitu tempat yang dapat menerima cahaya matahari secara penuh (tidak terhalang bangunan dan pohon)

2. Jangan menggunakan lampu melebihi kapasitas yang disarankan pada fitting otomatis (keterangan kapasitas lampu ada di badan fitting). Meski alat ini bisa dioprasikan pada lebih dari satu lampu yang diparalel, namun ketentuan total kapasitasnya harus tetap memenuhi aturan.

3. Pastikan keamanan instalasi listrik yang digunakan di rumah untuk menghindari terjadinya arus pendek.(Aprilia Andyna)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak