alexametrics

Fotografer National Geographic Jadi 'Juru Racik' Kamera realme XT

loading...
Fotografer National Geographic Jadi Juru Racik Kamera realme XT
Realme mengumumkan kolaborasinya dengan Aaron Huey, seorang fotografer profesional dari National Geographic dan menunjuknya sebagai realme Chief Photography Officer. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Handphone realme memiliki pengaturan tersendiri dalam hal gambar, baik untuk perangkat lunak maupun perangkat keras yang digunakan. Baru-baru ini realme mengumumkan kolaborasinya dengan Aaron Huey, seorang fotografer profesional dari National Geographic dan menunjuknya sebagai realme Chief Photography Officer.

Tugas utama dari realme Chief Photography Officer adalah mengembangkan penyetelan gambar dari realme XT yang memiliki empat kamera beresolusi 64 MP. Yang bersangkutan juga bertanggung jawab untuk menyetel algoritma gambar pada lensa utama 64 MP di realme XT, sehingga pengguna dapat merasakan pengalaman “Dare to Leap” pada saat mengambil gambar.

Aaron Huey terkenal dengan perjalanan solonya sejauh 3.349 mil melintasi Amerika bersama anjing peliharaannya, Cosmo. Pada 2008, dia juga dianugerahi National Geographic Expedition Council Grant berkat aksi petualangannya di Siberia.



Pada 2017, Aaron Huey menerima penghargaan dari National Geographic sebagai Society Explorer Grantee. Saat ini dia bekerja di National Geographic sebagai fotografer dan sebagai Contributing Editor di Majalah Harper’s.

“Perjalanan kami penuh tantangan untuk bisa melihat hal-hal terindah disekitar kita. Bersama dengan tim kamera dari realme, saya terus menerus mencoba performa kamera dengan melakukan debugging secara terus menerus. Sehingga pada akhirnya kamera berhasil mendapatkan warna dan jangkauan yang melampaui pandangan mata saya sehingga saya bisa mengambil gambar dalam kondisi sulit dan pencahayaan yang minim sekalipun,” kata Aaron Huey.

Dia kagum dengan kemampuan kamera yang ada pada realme XT. "Saya tidak percaya bahwa kamera sebuah ponsel dapat menangkap gambar dengan resolusi super tinggi dan kaya akan detail, benar-benar detail seperti menggunakan perlengkapan kamera profesional. Dengan resolusi 64 MP dan beberapa kali percobaan, kami pun berhasil mendapatkan hasil foto yang baik dalam keadaan gelap, memiliki jangkauan cahaya dan warna yang luas serta detail ultra jelas pada sebuah ponsel pintar. Tentunya hal ini belum pernah ada sebelumnya,” paparnya.

Pabrikan percaya, selain penggunaan perangkat keras yang mumpuni dan kualitas gambar yang sangat baik, penyetelan gambar juga sama pentingnya. Untuk itu dibutuhkan sebuah intuisi dari seorang fotografer profesional dalam menyetel gambar guna menghasilkan gambar berkualitas baik dalam berbagai kondisi. Itulah latar belakang dibalik penunjukan Aaron Huey sebagai Chief Photography Officer di realme.

Selain itu, realme berharap kaum muda di seluruh dunia dapat menjelajahi banyak potensi dalam hal fotografi ponsel. Sehingga mereka bisa mengekspresikan diri mereka yang sebenarnya melalui lensa 64 MP Quad Camera di realme XT.

Unit hadir dengan layar 6,4 inci FHD+ Super AMOLED dengan desain dewdrop notch yang menawarkan rasio layar 91,9%. Ponsel ini ditenagai oleh Snapdragon 712 dan didukung baterai berkapasitas 4.000 mAh dengan VOOC Flash Charge 3.0.

Di bodi belakang, realme XT menanamkan modul quad camera dengan kamera utama menggunakan sensor Samsung ISOCELL GW1 dan bukaan lensa f/1.8 serta dukungan EIS. Ketiga kamera lainnya menawarkan 8 MP lensa ultra-wide angle, 2 MP lensa ultra-macro, dan 2 MP lensa dengan sensor depth. Di bagian depan, realme XT memiliki 16MP kamera selfie yang diletakkan dalam minidrop notch.

Membuka Potensi 5G untuk Anak Muda

Saat ini perangkat komunikasi sudah memasuki era 5G, semua produsen smartphone berfokus untuk meluncurkan produk yang mendukung 5G. Perusahaan turut berpartisipasi dalam konferensi 5G yang diadakan oleh Qualcomm, di mana Direktur realme Eropa, Levi Li, telah membawakan sebuah presentasi berjudul “5G In Smartphones and Beyond: Meeting Consumer Expectations with 5G Devices”.

Presentasi tersebut akan menjadi pengalaman realme dalam mengomersialkan gelombang awal perangkat 5G. Serta membicarakan apa yang dibutuhkan untuk memenuhi ekspektasi konsumen dengan smartphone 5G.

Mereka akan menjadi salah satu merek yang pertama memproduksi smartphone yang terintegrasi dengan 5G SoC dari Qualcomm. Sejalan dengan semangat “Dare to Leap”, realme bermaksud membawa perangkat yang sudah mendukung teknologi 5G kepada dunia, sehingga konsumen dapat memiliki smartphone 5G dengan harga yang terjangkau bahkan sebelum layanan 5G resmi diluncurkan.

Pengguna realme secara global mencapai 17 juta, atau naik 7 juta pengguna dalam 90 hari. Sejak didirikan pada Mei 2018, realme, merek baru itu mendapatkan pengakuan dari konsumen global dengan semangat merek dan konsep produk “Dare to Leap”.

Hingga 10 Juli 2019, realme sudah memiliki 10 juta pengguna secara global. 90 hari kemudian, realme mengumumkan jumlah pengguna global telah mencapai 17 juta pada 8 Oktober 2019.

Pertumbuhan yang cepat ini membuktikan bahwa konsep untuk menyediakan anak muda produk-produk yang mengejutkan pada kisaran harga yang sama serta multifungsi sangat diterima oleh lebih banyak konsumen diseluruh dunia.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak