alexametrics

Desain OnePlus 8 Pro Sudah Pamer Diri di Internet

loading...
Desain OnePlus 8 Pro Sudah Pamer Diri di Internet
OnePlus 8 Pro hadir dalam render yang menunjukkan kamera punch-hole. Foto/Giz China
A+ A-
NEW DELHI - Oneplus 7T Pro direspons baik oleh pasar. Meskipun kemunculan handphone baru, pabrikan sudah merilis sketsa video dari OnePlus 8 Pro yang bakal diluncurkan tahun depan.

Bocoran ditebar oleh laman 91mobiles dan @OnLeaks. Berkat mereka kita dapat melihat dari dekat desain ponsel yang akan datang ini jauh sebelum dirilis awal tahun depan.

Melihat render, kita dapat dengan jelas melihat dua perubahan besar yang akan dibawa OnePlus 8 Pro ke perangkat. Pertama dan utama, tampilan perangkat akan menampilkan punch-hole untuk kamera depan yang saat ini tertanam dalam modul pop-up di OnePlus 7 Pro dan OnePlus 7T Pro.



Kedua, perusahaan menambahkan sensor TOF yang dapat digunakan untuk banyak hal keren pada ponsel. Sebut saja seperti AR, fotografi 3D, pengindraan kedalaman, dan lainnya.

Tidak ada informasi yang tersedia mengenai prosesor yang digunakan dalam perangkat, tapi aman untuk menjamin bahwa handphone akan datang dengan prosesor Snapdragon andalan terbaru Qualcomm. Menurut sumber yang sama, tampilan OnePlus 8 Pro akan berukuran 6,67 inci dan menampilkan kecepatan refresh 90Hz seperti yang dikonfirmasi oleh OnePlus sendiri.

Port USB Type-C akan berada di bagian bawah handset bersama kisi-kisi speaker. Slider pengingat akan kembali dan terletak di sisi kanan dengan tombol daya di bawahnya. Pengatur volume bakal dihadirkan OnePlus di sisi kiri unit.

Ponsel akan memiliki ukuran 165,3 x 74,4 x 8,8 mm tanpa mempertimbangkan benjolan kamera. Render CAD ini merupakan tindak lanjut dari CAD OnePlus 8 yang kami lihat sebelumnya dan menunjukkan bagaimana kedua model hampir tidak memiliki perbedaan di antara mereka selain ukuran.

(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak