alexametrics

Barisan Layar LG Digital Signage Baru Harganya Tembus Rp1 Miliar

loading...
Barisan Layar LG Digital Signage Baru Harganya Tembus Rp1 Miliar
Agustian Yusetia, B2B Business Head LG Electronics Indonesia saat menjelaskan keunggulan LG Signage Outdoor 55XE4F. Foto/Muh Iqbal M/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - PT LG Electronics Indonesia baru saja melepas lima produk penampang tampilan yang peruntukannya bagi pendukung usaha (Business to Business). Peluncuran digital signage tersebut di akhir tahun juga sebagai upaya pabrikan mempertahankan posisi nomor satunya di industrI.

Lima produk ini menyasar sektor pemerintahan, korporasi, dan pendidikan. “Produk yang ditawarkan membawa inovasi baru untuk mendukung peningkatan produktivitas kerja pengguna,” kata Agustian Yusetia, B2B Business Head LG Electronics Indonesia.

Sementara dari sisi basis teknologi panelnya, deretan digital signage terbaru ini juga akan menjadi representasi inovasi terkini LG pada penggunaan panel Organic Light Emitting Diode (OLED) dan Light Emitting Diode (LED). “Dulu kami hanya mengandalkan OLED dan LCD, sekarang juga menjadikan LED sebagai basis produksi,” imbuhnya.



LG Transparent OLED Signage
Barisan Layar LG Digital Signage Baru Harganya Tembus Rp1 Miliar

Sejalan dengan perkembangan bisnis yang menuntut kecepatan komunikasi sekaligus kolaborasi di antara berbagai unit pada lokasi terpisah, keberadaan perangkat penampil untuk video conference dan ruang meeting pun semakin luas digunakan. Hal inipun dibaca LG dengan menghadirkan LG 130” LED All-in-One.

Tak sekadar meramaikan pasar video conference, perangkat yang hadir dalam seri LAA015FL7B1 itu dibangun dengan berbagai inovasi yang menawarkan kenyamanan lebih dalam penggunaannya.

Berbentang layar 130 inci dengan resolusi Full HD, LG menerap-kan jarak antar lampu LED penyusunnya hanya mencapai 1,5 mm. “Semakin berdekatannya jarak antar LED memberi dampak lebih baik dalam menampilkan gambar dengan warna tampak lebih natural,” kata Agustian.

Untuk mendukung kemampuannya dalam reproduksi gambar, LG menerapkan contrast ratio 5.000:1. Di bagian lain, besaran Refresh Rate mencapai 3.840Hz yang dimiliknya memastikan pergerakan konten tampil lebih halus di layar.

Besarnya perhatian LG pada sisi visual, tak membuatnya kedodoran dari sisi audio. Bila pada kebanyakan unit LED Video Conference memiliki unit audio terpisah, LG justru melengkapi perangkat layar video conference ini dengan solusi audio terintegrasi.

Hal ini dilakukan dengan membenamkan perangkat audio pada beberapa bagian dalam layarnya. “Tak sekadar mengejar keunikan, terintegrasi perangkat audio pada beberapa titik menyatu dalam layar ini memastikan sebaran audio lebih merata menjangkau peserta video conference,” ujar Agustian Yusetia.

Mendukung kenyamanan penggunaan, LG membuat LAA015FL7B1 ini memiliki kompatibilitas dengan dua penyedia perangkat lunak solusi pendukung video conference terkemuka. Keduanya yaitu Crestron dan Cisco VC solution.

Perangkat ini bisa menjadi pengganti peran proyektor yang umumnya berukuran 110 inci. “Ukuran besar ini terdiri dari 9 unit panel 43 inci. Harganya di kisaran Rp1 miliar, sudah ada perbankan yang indent,” sebutnya.LG Zero Even Bezel Video Wall
Barisan Layar LG Digital Signage Baru Harganya Tembus Rp1 Miliar
Bagi kebutuhan media penampil dalam ruangan berukuran ekstra besar, LG Even Bezel Video Wall bisa hadir sebagi tawaran solusi. Tersedia dalam dimensi layar berbentang 55 inci, pengaplikasian video wall ini membuat pemiliknya dapat menyusun sejumlah unit dengan seri 55SVH7F-A ini dalam matriks horizontal hingga mencapai dimensi luas yang diinginkan.

Inovasi LG yang menjadi keunggulan utama video wall ini mudah terlihat pada bingkainya yang tipis, yakni hanya 0,44 mm. Hal ini membuat jarak antarpanel dalam rangkaian matriks yang dibuat hanya mencapai 0,88 mm.

“Semakin tipisnya jarak antar bingkai membuat gambar dapat tertampil lebih utuh dari jarak dekat. Membuka peluang semakin luas pengaplikasiannya untuk mendukung berbagai jenis penggunaan,” ujar Agustian Yusetia. Termasuk di dalamnya, penggunaan sebagai media pantau terpusat (command center) dalam sebuah institusi pelayanan publik.

Tak hanya mengandalkan tipisnya bingkai, memastikan konten tertayang dengan baik pun mendapat dukungan dari penggunaan teknologi panel IPS LG yang memberikan sudut menonton lebar. Hal yang membuat tayangan dapat tampil tanpa distorsi warna saat melihatnya dari berbagai posisi di depan LG Even Bezel Video Wall ini.

Pengembangan LG Even Bezel Video Wall pun didukung dengan berbagai teknologi yang memangkas distorsi tampilan gambar yang dihadapi pada unit video wall sebelumnya. “Inovasi terkini LG mampu mengeliminasi sejumlah kelemahan dari video wall yang muncul sebagai konsekuensi susunan matriks sejumlah unit LED,” tandasnya.

Distorsi tampilan konten berupa gambar tampak lebih redup pada tiap unit LED penyusun, dijawab LG dengan memastikan keseragaman eskpresi warna antar panel LED yang tersusun. Sementara di sisi lain, LG pun mengembangkan algoritma terbarunya untuk mengeliminasi kelemahan berupa tidak tepatnya sambungan sebuah objek yang tertayang pada unit panel yang berbeda.

“Command center smart-city yang mulai banyak diterapkan di pemerintah daerah sudah banyak menggunakannya. Layarnya terdiri dari panel ukuran 55 inci seharga Rp180 juta unit. Ini tidak terbatas ukurannya,” sebut Agustian.

LG Signage Outdoor 55XE4F
Barisan Layar LG Digital Signage Baru Harganya Tembus Rp1 Miliar

Digadang-gadang menjadi media penampil luar ruangan yang lebih andal, LG Signage Outdoor 55XE4F membawa kemampuan yang menjawab keterbatasan media penampil luar ruangan yang beredar di pasaran Indonesia saat ini. “Tak hanya mengandalkan pada kemampuan reproduksi warna lebih baik, LG Signage Outdoor berbentang layar 55 inci ini pun dikembangkan dengan ketahanan lebih baik berhadapan dengan faktor resiko dari lingkungan penempatannya,” klaim Agustian.

Kemampuan reproduksi warna lebih baik dari media penampil digital ini didukung resolusinya yang Full HD dengan tingkat kecerahan hingga mencapai 4.000 nit. Sementara penggunaan panel IPS, memberinya sudut menonton lebar yang membuat orang melintas di depannya, dalam posisi sudut selebar hingga 178 derajat pun tetap akan dapat melihat tampilan tayangan tanpa distorsi warna.

Masih soal kenyamanan bagi pengguna atau publik yang melihatnya, mengimbangi tingkat kecerahan 4.000 nit, LG juga membenamkan sensor penyesuaian tingkat kecerahan secara otomatis. Bekerja mengenali perubahan tingkat pencahayaan lingkungan sekitar, seperti pada rotasi siang dan malam, sensor ini kemudian memberi perintah pada layar untuk menyesuaikan tingkat kecerahannya.

Dari sisi pemilik, kenyamanan hadir melalui biaya investasi yang lebih efisien. Salahsatunya hadir melalui sertifikasi IP56 yang menyiratkan kemampuannya menahan risiko kerusakan dari pengembunan, siraman air dengan tekanan tertentu hingga resiko masuknya debu dalam jumlah besar.

Efisiennya biaya investasi pun hadir melalui semakin rendahnya biaya kontrol dan pengoperasian. Dengan ketersediaan opsi perangkat lunak LG SuperSign, pemilik dapat melakukan pemutakhiran konten melalui keterhubungan dengan jaringan LAN. Dengan perangkat lunak ini, pemutakhiran dapat dilakukan bersamaan bagi seluruh perangkat LG Signage Outdoor 55XE4F yang tersebar di beberapa lokasi berjauhan sekalipun.

Display LCD biasa hanya 300 candela, kalau yang ini mencapai 4.000 candela. Sehingga bisa melawan teriknya sinar matahari. Harga per unitnya Rp230 juta (ukuran 55 cm),” katanya.

LG Interactive Digital Board
Barisan Layar LG Digital Signage Baru Harganya Tembus Rp1 Miliar

Dari namanya, LG Interactive Digital Board mudah dipahami sebagai sebuah papan tulis digital. Namun bukan hanya papan tulis digital, pembeda utamanya terletak pada inovasi yang membuatnya mampu meningkatkan interaksi antar-penggunanya.

“Tak hanya terkait dengan kemampuan panel, interaksi lebih baik juga merujuk pada kemampuan untuk menciptakan kolaborasi antara pengguna dengan pihak lain,” tutur Agustian.

Pernyataan ini merujuk pada berbagai inovasi yang dibenamkan LG di dalamnya. Hadir dengan tiga pilihan bentang layar, dari 65 inci hingga 86 inci, salah satu upaya menghasilkan interaksi lebih baik tampak dengan terapan teknologi panel IPS.

Dengan teknologi IPS yang membuat LG Interactive Digital Board ini memiliki sudut menonton lebar tanpa distori warna, memungkinkan interaksi terjadi pada penggunaan bagi peserta lebih banyak dalam dimensi ruang yang melebar.

Sementara bagi pihak yang menjadi presenter atau pembawa materi, interaksi lebih baik tak hanya terwujud dari user interface yang ramah pengguna. Namun pula hadir lewat inovasi yang membuat pengalaman menulis pada layar dengan sentuhan lebih natural. Bahkan, layar papan tulis interaktif digital ini mampu mengenali 20 titik sentuhan secara bersamaan.

Kolaborasi antara pemateri dan peserta hadir melalui kemampuannya untuk terhubung dengan perangkat digital lain milik peserta dengan pengaturan berada dalam satu jaringan yang sama. Keterhubungan ini memungkinkan berbagi layar (screen sharing) yang membuat peserta dapat menampilkan konten pada perangkat digital miliknya langsung pada LG Interactive Digital Board. Tak hanya itu, kolaborasi pun dimungkinkan dengan berbagai fasilitas pendukung lain. Seperti melakukan pilihan (voting), merespons pertanyaan dan lainnya di antara peserta.

Kemampuan LG Interactive Digital Board untuk membuat keterhubungan antar perangkat ini dapat terjadi hingga 30 perangkat secara bersamaan. “Kemampuan ini memungkinkan terjadinya kolaborasi lebih cepat dalam cara yang lebih menarik untuk meningkatkan komunikasi maupun produktivitas antar pihak di dalamnya,” paparnya.

Hal inilah yang menurutnya membuat LG Interactive Digital Board dapat menjadi pilihan tepat bagi institusi pendidikan maupun dunia korporasi yang membutuhkan kolaborasi ide maupun pemahaman materi pengajaran lebih baik.

Hadir sebagai produk baru, LG tak bicara mengenai target penjualan terkait peluncuran produk digital signage ini. Namun demikian, Agustian Yusetia menyatakan, peluncuran produk baru ini akan sejalan dengan upaya besarnya untuk terus meningkatkan kontribusi divisi Business to Business (B2B) pada total keseluruhan penjualan LG di Indonesia. Bahkan ia mengungkap ambisi besarnya untuk dapat berkontribusi hingga 30% dari total penjualan LG di Indonesia.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak