alexametrics

Iri, Vice President Game Microsoft Pilih Lompat Pagar ke Blizzard

loading...
Iri, Vice President Game Microsoft Pilih Lompat Pagar ke Blizzard
Vice President Microsoft memilih hengkang dari perusahaan dan bergabung dengan Blizzard/Ist
A+ A-
REDMONT - Para pemain game PC tentu sudah tidak asing lagi dengan Blizzard Entertainment. Perusahaan game yang terkenal dengan kesetiaannya kepada para gamer PC itu merupakan perusahaan idealis yang terus berusaha memberi kepuasan kepada penggunanya.

Karena itulah, Vice President Divisi Gaming Microsoft, Mike Ybarra, memutuskan untuk hengkang dari raksasa Redmont dan memilih bergabung bersama Blizzard. Dalam live stream yang dilakukan Ybarra, dikutip dari PC Games, pada November mendatang, dia resmi bergabung dengan Blizzard sebagai Vice President merangkap General Manager.

Ybarra mengaku selalu iri dengan orang-orang yang bermain game Blizzard, kemudian dia pu berhasil berkarier di sana. Dan sekarang dia menjadi bagian dari perusahaan raksasa game tersebut.



Pada awal bulan lalu, Ybarra mengatakan, dirinya telah meninggalkan Microsoft dan Xbox untuk memulai petualangan barunya. Sudah 20 tahun Ybarra mengabdi kepada Microsoft, sejak bergabung pada 2000 sebagai System Engineer.

Ybarra kemudian dipindahkan untuk memegang Xbox dan diangkat menjadi Vice President Divisi Gaming Microsoft pada 2017. Kepindahan Ybarra ke Blizzard tepat di saat perusahaan tengah dilanda krisis akibat kontroversi Blitzchung. Meski bukan pada waktu yang nyaman, dia diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalah yang mendera Microsoft.

Ybarra sendiri adalah penggemar berat permainan Blizzard. Hampir semua permainan yang dihadirkan Blizzard ia mainkan sejak di perguruan tinggi. Bahkan, kecintaannya pada World of Warcraft, salah satu game besutan Blizzard, membuatnya hampir dipecat, bercerai, hingga kelaparan.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak