alexametrics

Fitur Baru WhatsApp, Tak Lagi Bisa Sembarangan Masuk Grup

loading...
Fitur Baru WhatsApp, Tak Lagi Bisa Sembarangan Masuk Grup
WhatsApp baru saja merilis fitur terbarunya di Indonesia yang disebut Setelan Privasi untuk Grup. FOTO/ Intan/ SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - WhatsApp baru saja merilis fitur terbarunya di Indonesia yang disebut Setelan Privasi untuk Grup. Fitur ini secara garis besar membuat para pengguna unutk mendapat kendali yang lebih besar atas percakapan di dalam grup.

"Pengaturan privasi Group ini merupakan bentuk komitmen WhatsApp memberikan pengalaman pesan pribadi terbaik bagi seluruh pengguna, termasuk menangkal penyebaran misinformasi," kata Direktur Kebijakan APAC WhatsApp Clair Deevy di Kantor Kemkominfo Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna bisa membuka Pengaturan atau Setelan dalam aplikasi. Selanjutnya, pengguna bisa kemudian ketuk Akun > Privasi > Grup dan pilih salah satu dari ketiga opsi yang disediakan.



Tiga opsi pada WhatsApp tersebut antara lain adalah “Semua Orang”, “Kontak Saya,” atau “Kontak Saya Kecuali.”

Jika pengguna memilih "Semua Orang" artinya semua pengguna WhatsApp, tanpa terkecuali, boleh memasukkan nomor kita ke obrolan grup manapun.

Sementara, jika pengguna memilik opsi 'Kontak Saya", berarti hanya pengguna yang terdaftar dalam daftar kontak Anda yang dapat menambahkan Anda ke dalam grup

Jika memilih opsi “Kontak Saya Kecuali", pengguna bisa memilah siapa saja dalam daftar kontak Anda yang dapat menambahkan Anda.

Nantinya, admin yang tidak dapat menambahkan pengguna ke dalam grup akan diminta untuk mengirimkan undangan pribadi melalui chat individual, yang memberikan mereka pilihan apakah berminat untuk bergabung ke dalam grup.

Pengguna juga diberi kesempatan untuk memutuskan mau menerima menerima undangan tersebut dalam waktu tiga hari sebelum batas waktu berakhir.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak