alexametrics

Ini Gambaran Masa Depan Bukalapak dalam Lima Tahun

loading...
Ini Gambaran Masa Depan Bukalapak dalam Lima Tahun
Bukalapak menilai warung sebagai platform penggerak utama yang dapat meningkatkan adopsi digital dan inklusi keuangan di masyarakat. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Bukalapak menyebut bahwa untuk lima tahun ke depan mereka akan fokus pada segmen warung. Salah satu unicorn Tanah Air ini mencatat, warung berkontribusi 65-70% terhadap transaksi retail nasional.

Warung dianggap sebagai platform penggerak utama yang dapat meningkatkan adopsi digital dan inklusi keuangan di masyarakat. Sejak diluncurkan dua tahun lalu, Mitra Bukalapak kini telah berjumlah lebih dari 2,5 juta dan mentransformasi lebih dari 1.2 juta warung tradisional yang ada di 477 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Menurut Co-founder dan Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid, pihaknya ingin menyelaraskan strategi bisnis untuk menciptakan masyarakat inklusif di kota besar hingga ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia. “Kami percaya teknologi itu harus dapat diakses oleh siapa saja dari berbagai latar belakang usia dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” kata Fajrin dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).



Saat ini, kata Fajrin, Mitra Bukalapak yang terjauh berada di Timika, Papua. Dia ingin mentransformasikan warung tradisional di Indonesia secara berkelanjutan.

“Kami (ingin) membangun masyarakat inklusif yang berperan aktif terhadap kemajuan ekonomi digital Indonesia,” imbuhnya.

Bukalapak juga menjalankan program-program kerja sama dengan berbagai pemerintahan demi mendorong terciptanya ekosistem digital di berbagai daerah. Beberapa di antaranya kerja sama Bukalapak dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan, serta Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak