alexametrics

Penjualan Memburuk, Sony Kembali Diisukan Tutup Bisnis Smartphone

loading...
Penjualan Memburuk, Sony Kembali Diisukan Tutup Bisnis Smartphone
Penjualan jeblok Sony membuat isu penutupan kembali divisi smartphone kembali mengemuka. Foto/ist
A+ A-
TOKYO - Raksasa manufaktur Jepang, Sony, saat ini sedang berjuang di pasar smartphone. Beberapa bulan lalu, ada laporan bahwa telepon pintar Sony tidak lagi untuk pasar global.

Menurut angka penjualan terbaru Sony, perusahaan itu tampaknya hanya menjual sedikit atau tidak sama sekali. Selama beberapa kuartal berturut-turut, Sony nyaris tidak menjual satu juta perangkat.

Sony sejatinya mampu menjual sekitar satu juta smartphone Xperia setiap kuartal pada tahun-tahun sebelumnya. Sekarang hanya menjual 900.000 ponsel pada kuartal pertama 2019 dan turun menjadi 600.000 unit pada kuartal kedua di tahun yang sama.



Penjualan Smartphone Sony:
2017: 13,5 juta
2018: 6,5 juta
2019: 2,5 juta (perkiraan)

Laman Giz China melaporkan, Sony mungkin "selesai" dengan bisnis handphone-nya dan tidak banyak yang membahasnya. Seperti halnya HTC, akan diperlukan lebih dari satu strategi yang kuat untuk membangkitkan kembali bisnis ponsel pintar perusahaan.

Selain itu, Sony juga akan menghentikan beberapa layanan di smartphone-nya. Mereka berencana menghemat sumber dayanya untuk bisnis lain yang menguntungkan.

Aplikasi "Album" Sony berhenti memberikan dukungan untuk cadangan Amazon setelah 31 Maret 2019. Selain itu, aplikasi email in-house akan dihentikan dari Xperia 5 dan tidak akan lagi tersedia untuk smartphone Sony baru. Sebagai gantinya, pengguna dapat menggunakan Foto Google dan Gmail.Isu Sony menutup bisnis smartphone-nya bukan hanya muncul hari ini. Tahun lalu, isu itu juga santer mengemuka di internet. Namun pemimpin perusahaan masih menaruh harapan dengan kehadiran teknologi jaringan generasi kelima atau 5G.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak