alexametrics

Telegram Juga Rentan Disusupi Spyware Seperti WhatsApp

loading...
Telegram Juga Rentan Disusupi Spyware Seperti WhatsApp
ilustrasi Telegram. FOTO/ Ist
A+ A-
NEW YORK - Beberapa waktu lalu pengguna WhatsApp dihebohkan oleh penyusupan spyware Pegasus. Setidaknya ada 1.400 pengguna di seluruh dunia yang menjadi korban kejahatan tersebut.

Pasca kejadian itu, mungkin banyak pengguna yang beralih menggunakan aplikasi kirim pesan lain yang dianggap lebih aman, seperti Telegram dan Signal. Sayangnya, enkripsi tak bisa menjadi jaminan keamanan dari sebuah aplikasi.

Pada dasarnya enkripsi memiliki kekurangan. Jika sekali peretas mengetahui kerentanan keamanan di aplikasi, maka penjahat daring itu bisa masuk ke sistem operasi ponsel pintar, dan mengancam data pribadi penggunanya.



Berdasarkan laporan dari peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Telegram menggunakan protokol keamanan bernama MTProto yang tidak diawasi oleh kriptografer dari luar. Kemudian untuk penyimpanan, Telegram menggunakan cloud miliknya.

“Artinya, jika ada pihak yang bisa masuk ke dalam sistem Telegram, peretas bisa mengakses pesan yang tidak terenkripsi, termasuk seluruh metadata,” kata peneliti MIT, Hayk Saribekyan dan Akaki Margvelashvili, dikutip dari Livemint, Rabu (13/11/2019).

Telegram memang meminta pengguna memberikan izin akses kontak dari ponsel pintar untuk disimpan di server mereka. “Dengan begitu, informasi jaringan sosial dapat diserang melalui server Telegram, lalu bisa saja dijual ke pihak lain tanpa sepengetahuan pengguna,” ujar peneliti.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak