alexametrics

Eksperimen Google Chrome Rugikan Banyak Perusahaan

loading...
Eksperimen Google Chrome Rugikan Banyak Perusahaan
Percobaan yang dilakukan Google terhadap Chrome membuat perambang tersebut tak bisa digunakan banyak perusahaan di seluruh dunia. Foto/ist
A+ A-
MOUNTAIN VIEW - Percobaan yang dilakukan Google pada Chrome pada pekan ini berakhir buruk. Ribuan browser tak bisa digunakan sehingga mematikan jaringan perusahaan selama hampir dua hari.

Melansir situs Zdnet, laman Giz China melaporkan, masalahnya pertama kali muncul pada Rabu (13/11/2019) dan hanya melibatkan browser Chrome yang berjalan pada pengaturan Server "Terminal Server" Windows Server -instalasi yang sangat umum dalam jaringan perusahaan.
Eksperimen Google Chrome Rugikan Banyak Perusahaan

Menurut ratusan laporan, pengguna mengklaim tab Chrome menjadi kosong secara tiba-tiba. Memunculkan kesalahan yang dikenal sebagai "White Screen of Death" (WSOD). Masalah yang menyebabkan banyak kerusakan dan ketidaknyamanan.

Menurut banyak administrator sistem, ribuan karyawan tidak dapat menggunakan Chrome untuk mengakses Internet, karena tab aktif browser tetap kosong. Dalam lingkungan bisnis yang dikontrol ketat, banyak karyawan tidak dapat mengubah browser dan pekerjaan. Selain itu, administrator sistem tidak dapat langsung mengganti Chrome dengan browser lain.



Berdampak Pada Perusahaan di Seluruh Dunia
“Ini berdampak besar bagi semua agen Call Center kami. Kami tidak dapat mengobrol dengan anggota kami,” kata seseorang dengan alamat email Costco saat melaporkan bug tersebut. Pihaknya menghabiskan setengah hari terakhir mencoba untuk mencari tahu masalah ini.

“Organisasi kami dengan beberapa merek ritel besar memiliki 1.000 agen pusat panggilan dan banyak orang TI yang terpengaruh selama dua hari. Ini memiliki dampak finansial yang sangat besar," kata pengguna lain.

“Seperti banyak yang lain, ini memiliki dampak signifikan pada organisasi kami dengan seluruh Operasi kami. Lebih dari 500 karyawan bekerja di lingkungan RDS dengan Google Chrome sebagai browser utama,” kata administrator sistem lain.

“4.000 berdampak di lingkungan saya. Berusaha untuk memperbaikinya selama 12 jam,” timpal yang lainnya.

"Call center berukuran sedang untuk kantor medis setempat kehilangan satu setengah hari kerja untuk 40-60 karyawan," tambah komentar lainnya.

"Masalah yang sama dialami, ratusan pengguna terkena dampak - waktu yang dihabiskan untuk mengisolasi penyebabnya," kata pengguna lain.

Ratusan keluhan ditumpahkan melalui forum dukungan Google, pelacak bug Chrome, dan Reddit. Satu admin yang terkena dampak mengatakan kepada ZDNet, mereka awalnya mengira tab kosong Chrome sebagai tanda malware dan bereaksi sesuai itu. Lalu mereka memulai audit keamanan di seluruh jaringan.

Google Kirim Perbaikan
Seiring berjalannya waktu, akar penyebab bug akhirnya ditemukan. Lalu ditelusuri kembali ke fitur yang disebut "WebContents Occlusion".

Menurut dokumen desain Google Chrome, ini adalah fitur eksperimental yang menangguhkan tab Chrome ketika pengguna memindahkan jendela aplikasi lain di atas Chrome. Memperlakukan tab Chrome yang aktif sebagai tab latar belakang.

Fitur ini, dimaksudkan untuk meningkatkan penggunaan sumber daya Chrome ketika tidak digunakan secara aktif, telah diuji dalam rilis Chrome Canary dan Chrome Beta sepanjang tahun. Namun, pekan ini, Google memutuskan untuk mengujinya di rilis Stable utama, sehingga bisa mendapatkan lebih banyak umpan balik tentang bagaimana perilakunya.

Tim Chrome mengatakan, mereka mendorong file konfigurasi Chrome baru ke semua pengguna Chrome dan menonaktifkan percobaan.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak