alexametrics

Gendong Satelit Militer Rahasia, Rusia Luncurkan Roket Soyuz

loading...
Gendong Satelit Militer Rahasia, Rusia Luncurkan Roket Soyuz
Roket Soyuz 2.1v milik Rusia meluncurkan satelit rahasia militer ke orbit. Foto/Ist
A+ A-
ARKHANGELSK OBLAST - Rusia akhirnya meluncurkan roket Soyuz 2.1v miliknya. Peluncuran tersebut dilakukan pada Senin lalu. Roket ini membawa satelit rahasia militer Rusia, yang dirancang untuk memantau satelit lain di luar angkasa.

Soyuz diluncurkan dari Plesetsk Cosmodrome, sekitar 800 kilometer ke utara Moskow. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, peluncuran berlangsung pada pukul 20.52 waktu setempat.

“Pesawat ruang angkasa ini dilengkapi dengan optik khusus, yang memungkinkan untuk mengambil gambar permukaan Bumi,” kata Kementerian Pertahanan Rusia, dikutip dari Room EU, Kamis (28/11/2019).



Otoritas Rusia memilih untuk tidak mengumumkan muatan yang dibawa oleh Soyuz. Badan Antariksa Rusia, Roscosmos, juga enggan mengumumkan nama satelit itu. Namun, mereka mengeluarkan peringatan tentang wilayah mana saja yang berpotensi terkena jatuhnya potongan-potongan Soyuz, saat melewati setiap tahap peluncuran.

Dalam pemberitahuan tersebut, lalu lintas udara seperti pesawat terbang, dilarang melintas di lautan Arktika yang berada di utara Semenanjung Kola, dan sekitar wilayah selatan Kepulauan Spitsbergen.

Soyuz mungkin bukan satu-satunya satelit Rusia yang berangkat untuk mengemban misi klandestin. Menurut situs Russian Space Web, terlihat kesamaan dari beberapa satelit yang diluncurkan sebelumnya dalam proyek Nivelir.

Proyek Nivelir secara resmi mulai bergulir pada September 2011. Sejak saat itu, setidaknya ada empat satelit yang telah diluncurkan. Yakni Cosmos-2491 yang diluncurkan pada 2013, Cosmos-2499 pada 2014, Cosmos-2504 pada 2015, dan terkahir Cosmos-2519 yang diluncurkan bersama roket Soyuz 2.1v pada 23 Juni 2017.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak