alexametrics

1000 Startup Kominfo Dinilai Hanya Program Latah

loading...
1000 Startup Kominfo Dinilai Hanya Program Latah
acara Seluler Telco Outlook 2020, di Jakarta, Senin (2/12/2019). FOTO/ Intan
A+ A-
JAKARTA - Program 1000 startup besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dinilai menjadi program yang latah atau hanya mengikuti tren yang ada saja.

Hal tersebut diungkap oleh CMO GDP Venture Danny Oei Wirianto, saat ditanya apakah Indonesia bisa menghasilkan startup unicorn baru seperti negara-negara lain seperti China dan Amerika Serikat yang memiliki ratusan startup.

"Jujur soal itu juga saya ngobrol sama staf ahlinya Kominfo, kebetulan saya deket sama pak Rudiantara. Jujur saya orang yang paling menentang dg 1000 startup. Ini saya bilang latah, semuanya mau bikin startup baru," ujarnya saat mengisi acara Seluler Telco Outlook 2020, di Jakarta, Senin (2/12/2019).



Saat ini, menurut Danny, banyak sekali perusahaan-perusahaan yang sudah matang tapi tidak punya akses finansial, atau tidak punya akses agar lebih unggul dari saingannya.

Kemudian ia mengibaratkan dengan Samsung dan Apple, jika dibandingkan Samsung yang menciptakan ribuan produk dengan teknologi terbaru, Apple hanya fokus untuk menyempurnakan produk yang mereka punya dan hanya menelurkan satu produk saja.

"Nah sama juga dengan 1000 startup, ngapain nyiptain yang baru, which is jadinya sampah juga," tegasnya.

Menurutnya, tidak semua bisa menajdi inovator atau pembisnis di bidang ini. Menciptakan itu mudah, tapi untuk memelihara dan menjadikannya perusahaan startup yang maju itu sudah.

"Jadi kalo menurut saya kalau ada yang bagus di insentifin, dibesarin," tuturnya.

Jika perlu, pemerintah bisa membantu dengan menyediakan data center atau memberi potongan harga data center kepada startup yang sudah ada.

"Bisa nguntungin data center juga, baut pelaku pun akan gede. Mungkin untuk telko investasi besar-besaranan dikasih inifiatif pajak yanggak? biar tumbuhh gitu loh," tandasnya.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak