alexametrics

Transaksi Serba-Digital, Pemerintah Apresiasi Home Credit

loading...
Transaksi Serba-Digital, Pemerintah Apresiasi Home Credit
Moin Uddin, Direktur Home Credit Indonesia saat mengungkap pertumbuhan perusahaan di tahun 2019. Foto/Muh Iqbal M/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah mengapresiasi Home Credit Indonesia yang menjembatani 40% masyarakat non-bankable dalam mengakses pembiayaan perbankan secara digital.

“Home Credit sudah membantu masyarakat dan ini dilakukan secara digital, tidak ada bertemu muka dan tidak menggunakan kertas. Semua transaksi dilakukan digital. Selain itu, pembayarannya juga dilakukan tanpa uang fisik,” kata Plt Direktur Pengendalian Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Riki Arief Gunawan saat mengikuti acara Year End Media Gathering Home Credit di Jakarta.

Dia pun mengamini transaksi digital ini bukanlah tanpa kendala. Sebut saja soal legalitas dari dokumen digital yang rawan dipalsukan. “Kini hambatan itu sudah dijawab melalui Peratuan Pemerintah No 71 Tahun 2019. Di mana tanda tangan digital tak bisa dipalsukan,” tambahnya.



Home Credit Indonesia juga berupaya membantu masyarakat dalam pengelolaan keuangannya. Sebab menurut Survei Literasi dan Inklusi Keuangan Nasional yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016, lebih dari 70% masyarakat Indonesia belum bisa mengatur keuangan dengan baik.

Perusahan pembiayaan ini mengerti pentingnya memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat agar dapat meraih kebebasan finansial seutuhnya. “Kami ada untuk menjadi teman bagi masyarakat dalam memberikan tips finansial dan informasi tentang bagaimana cara untuk mendapatkan pemberdayaan finansial dengan cara mudah dimengerti, menyenangkan, dan selaras dengan kehidupan masyarakat dalam kesehariannya,” ucap Moin Uddin, Direktur Home Credit Indonesia.

Dengan menggunakan tagar #YangKamuMau, kata dia, perusahaan menggelar program FUNancial. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi pengelolaan finansial dengan baik, mengetahui apa saja opsi yang mereka miliki untuk membantu mewujudkan masa depan #YangKamuMau tanpa adanya beban dan kesulitan dalam mempertahankan gaya hidup yang diinginkan.

Program edukasinya sendiri dibalut dalam acara talk show dan pertama kali diluncurkan secara internal dalam rangka merayakan Hari Literasi Keuangan Nasional di Jakarta pada pertengahan bulan November lalu. Di sana, para peserta mendapatkan informasi mengenai bagaimana cara mengatasi dilema finansial dan juga bagaimana cara menjadi lebih percaya diri berinvestasi masa depan. “Tentunya dengan cara yang mudah dimengerti, ringan, dan menyenangkan,” imbuhnya.

Menghadirkan narasumber seperti Dipa Andika, perencana keuangan independen & Co-Founder dari Hahaha Corp, acara talk show FUNancial terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Rangkaian acara akan terus berlanjut ke publik di Bandung dan Surabaya pada bulan Desember ini.

“Ini sejalan dengan program OJK untuk meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat di Indonesia,” ujar Moin Uddin.

Dikatakannya, Home Credit punya misi mengbah cara dunia berbelanja dengan memanfaatkan teknologi terkini. Tentunya memberikan layanan yang mudah dan dapat diandalkan.

“Ini terbukti dengan total pembiayaan sebesar Rp8,9 triliun yang telah kami salurkan kepada perorangan. Ini merupakan peningkatan sebesar 33,5% year-on-year pada September 2019. Jumlah klien yang kami layani juga meningkat sebesar 32,1%,” bebernya.

Selain acara talk show, campaign FUNancial #YangKamuMau juga berkolaborasi dengan Investashe, komunitas yang menggunakan platform digital dalam menawarkan wawasan finansial, bisnis, dan investasi dengan cara kreatif dan menyenangkan melalui sejumlah artikel mengenai manajemen keuangan.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak