alexametrics

Wawancara Astrid Simonsen Joos, Global Chief Digital Officer & Head of Transformation, Signify (d/h Philips Lighting)

Isu Sustainability dan Populasi Dunia Tantangan Teknologi Pencahayaan

loading...
Isu Sustainability dan Populasi Dunia Tantangan Teknologi Pencahayaan
Astrid Simonsen Joos, Global Chief Digital Officer & Head of Transformation Signify saat berkunjung ke Indonesia, awal November 2019 lalu. Foto/SINDOnews/Puguh Hariyanto
A+ A-
TEKNOLOGI pencahayaan terus berkembang. Tidak saja sebagai penerangan, fungsi teknologi pencahayaan kian luas. Meningkatkan mood orang, meningkatkan produksi pertanian hingga perikanan merupakan beberapa contoh fungsi teknologi pencahayaan.

Kian dibutuhkannya teknologi pencahayaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi produsen lampu di dunia. Demikian diungkapkan Astrid Simonsen Joos, Global Chief Digital Officer & Head of Transformation Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan. (Baca juga: Tiang Pintar BrightSites Signify Terbaru Bisa Percantik Kota Pintar)

Astrid mengunjungi Indonesia pada awal November 2019 lalu. SINDOnews menjadi salah satu media yang berkesempatan mewawancarai Astrid. Berikut wawancara selengkapnya.



Apa yang Anda cermati dari era digitalisasi pencahayaan?
Ada tiga megatren yang kini tengah mengubah industri pencahayaan dan bagaimana manusia memanfaatkan dan mendapatkan pengalaman dari pencahayaan. Pertama, pertumbuhan populasi dan urbanisasi. Dunia semakin membutuhkan cahaya.

Kedua, tantangan keterbatasan sumber daya alam. Dunia membutuhkan pencahayaan hemat energi. Ketiga, digitisasi. Dunia membutuhkan lebih banyak pencahayaan digital.

Bagaimana Signify memafaatkan peluang dari digitalisasi pencahayaan ini?
Signify mendorong megatren di industri pencahayaan secara global, terutama dengan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh digitalisasi, baik secara internal maupun eksternal. Untuk pelanggan dan konsumen, kami memungkinkan pengalaman terbaik dengan memanfaatkan teknologi IoT dalam menghadirkan sistem manajemen pencahayaan pintar.

Mulai dari sistem penerangan jalan umum berbasis seluler dan cloud dan sistem yang memungkinkan karyawan mengontrol pencahayaan dan suhu ruang kantor mereka melalui smartphone. Kemudian pencahayaan pintar untuk rumah dengan Philips Hue dan luminer berkemampuan LiFi dan data broadband melalui gelombang cahaya.

Selain itu, digitisasi pencahayaan juga mempercepat inovasi pada produk, sistem dan layanan. Signify telah meningkatkan penggunaan lampu LED dari 14% pada tahun 2012 hingga 78% di kuartal ketiga tahun 2019, menunjukkan pertumbuhan kuat yang membuka jalan bagi penerapan aplikasi digital.

Signify merupakan salah satu perusahaan pencahayaan yang pertama kali memperkenalkan lampu LED di Indonesia pada tahun 2011, dan telah sukses memimpin transisi dari pencahayaan konvensional menuju pencahayaan berbasis LED.

Menurut Anda apakah digitalisasi di bidang pencahayaan juga berlaku di Indonesia? Apa yang sudah dilakukan Signify untuk menerapkan digitalisasi pencahayaan di Indonesia?
Laju digitalisasi di Indonesia, sebagai negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di Asia Tenggara, begitu pesat dan siap untuk menerima teknologi baru. Sistem pencahayaan berbasis IoT sangat mudah diterapkan di sini. Sebagai contoh, Jakarta merupakan salah satu proyek percontohan untuk penerangan jalan terkoneksi kami, menggunakan sistem Interact City yang menghubungkan lebih dari 160,000 titik lampu di kota ini.

Contoh lain, sistem Interact Landmark kami juga telah diterapkan di Jembatan Sei Carang di Tanjungpinang, serta Jembatan Mahkota II di Samarinda. Sistem Interact Landmark ini digunakan untuk mengontrol dan mengelola peragaan cahaya pada kedua jembatan, menyediakan pencahayaan yang dinamis yang dapat dimonitor dan dikendalikan dari jarak jauh oleh pengelola. Selain itu, sistem Interact Sports kami juga telah diterapkan pada 10 lokasi penyelenggaran Asian Games 2018.

Signify juga sudah menghadirkan LiFi, di Indonesia, yaitu koneksi internet menggunakan cahaya. Di Indonesia, Signify telah bermitra dengan IQ Education untuk menciptakan lingkungan belajar berteknologi tinggi bagi anak-anak usia 6 – 12 tahun.

Selain ruang belajar IQ yang memiliki sudut khusus dengan koneksi Li-Fi, ruang kelas IQ juga menggunakan Philips Hue, pencahayaan pintar untuk konsumen rumah tangga. Teknologi Philips Hue menggunakan koneksi wifi yang memungkinkan orang untuk terhubung, mengelola dan mengendalikan suasana pencahayaan di ruangan yang berbeda dari jarak jauh, menggunakan ponsel pintar mereka. Philips Hue juga dapat menyinkronkan pencahayaan dengan perangkat lain seperti televisi, unit audio dan games untuk meningkatkan pengalaman hiburan di rumah.

Bagaimana teknologi IoT berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan manusia?
IoT telah berperan penting dalam menunjang segala aktivitas kehidupan manusia, baik saat ini dan di masa depan. Infrastruktur digital yang dibangun berbasis IoT telah mengubah cara kita berinteraksi dengan cahaya.

Kini, pencahayaan dapat dipusatkan pada manusia. Misalnya dengan menyesuaikan pencahayaan untuk mengikuti ritme tubuh—mengatur agar cahaya lampu menirukan sinar matahari terbit untuk membangunkan kita secara alami. Atau membantu mengangkat suasana hati kita dan untuk membantu kenyamanan pasien di rumah sakit.

Teknologi pencahayaan apa yang baru-baru ini dihadirkan oleh Signify?
Infrastruktur digital saat ini penting bagi vitalitas ekonomi dan kualitas hidup kota, setara dengan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, dan pipa saluran air. Namun sebagian besar komponen tulang punggung digital kota tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan konektivitas modern hari ini (dan besok).

Untuk itu, Signify menghadirkan tiang pintar BrightSites yang menyediakan solusi semua-dalam-satu (all-in-one). Tiang ini mengakomodasi berbagai macam aplikasi IoT, konektivitas selalu aktif (always-on), kamera dan sensor lingkungan – serta pencahayaan LED hemat energi berkualitas tinggi yang dapat dikendalikan – dengan tetap menjaga integritas lingkungan perkotaan. Tiang pintar BrightSites telah dipasang di kota-kota di seluruh dunia, dari Kaledonia Baru ke San Jose, AS hingga Hospitalet, Spanyol.

Bagaimana dengan isu keberlanjutan (sustainability)?
Kami menyediakan pencahayaan untuk pasar hortikultura, aquaculture, dan ternak. Pencahayaan hortikultura mendukung rumah kaca dan pertanian kota, membantu meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan melalui pencahayaan LED yang membantu tanaman pangan tumbuh dengan baik. Bahkan di area yang sebelumnya tidak dimungkinkan, membawa produksi pangan lebih dekat dengan konsumen sehingga mereka mendapatkan produk akhir yang segar dan petani mampu memasarkan tanaman pangan pilihannya dengan lebih mudah.

Pencahayaan aquaculture kami digunakan untuk budidaya ikan berbasis daratan dan laut. Sementara pencahayaan ternak menyediakan berbagai resep pencahayaan yang didesain untuk menurunkan tingkat stres hewan ternak. Membantu mereka makan dan bertumbuh dengan lebih baik, sehingga meningkatkan kesejahteraan hewan ternak.

Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap keberlanjutan, Signify terus berinvestasi untuk riset dan pengembangan inovasi pencahayaan berbasis tenaga surya (solar) untuk memberikan cahaya yang aman dan berkelanjutan, meski tanpa jaringan listrik, untuk meningkatkan kehidupan masyarakat. Solusi pencahyaan solar kami termasuk rangkaian produk Philips LifeLight, pencahayaan LED berbasis tenaga surya yang didesain untuk rumah-rumah di area terpencil dan masyarakat semi-perkotaan tanpa akses listrik. Di Indonesia, kami telah mendistribusikan produk Philips LifeLight ke berbagai komunitas tanpa akses listrik sebagai bagian dari program Kampung Terang Hemat Energi (KTHE) kami.

Ada yang lain?Baru-baru ini, kami menunjukkan fasilitas pencetakan kap dan rumah lampu 3D (luminer) di Belanda. Kami telah menyempurnakan bentuk manufaktur yang sangat fleksibel dan lebih berkelanjutan ini, menggunakan bahan polikarbonat yang 100% dapat didaur ulang, sehingga memungkinkan desain luminer untuk dipesan terlebih dahulu atau dapat disesuaikan dengan kebutuhan khusus pelanggan serta didaur ulang pada akhir masa pakainya. Kami berencana mendirikan pabrik pencetakan 3D di AS, India, dan Indonesia.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak