alexametrics

Gawat, Jumlah Mikroplastik di Laut Jauh Lebih Banyak dari Perkiraan

loading...
Gawat, Jumlah Mikroplastik di Laut Jauh Lebih Banyak dari Perkiraan
Jennifer Brandon dari Scripps Collections sedang mengukur jumlah mikroplastik yang ditemukan di tubuh salps. Foto/Ist
A+ A-
SAN DIEGO - Dalam dekade terakhir nampaknya penduduk Bumi sudah semakin sadar akan pentingnya menjaga planet ini dari masalah plastik. Sebab banyak penelitian menunjukkan plastik dapat ditemukan di setiap sudut Planet Biru, dari lautan terdalam hingga Kutub Utara dan puncak gunung.

Namun permasalah plastik sepertinya jauh lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya. Sebuah penelitian baru dari Scripps Institution of Oceanography di UC Sandi Diego, AS, menemukan lebih dari satu juta plastik di lautan.

Dalam laporan jurnal Limnology and Oceanography Letters, para peneliti memperkirakan laut di Bumi telah terkontaminasi 8,3 juta keping mikroplastik per meter kubik air. Sementara studi sebelumnya hanya mendeteksi 10 keping per meter kubik.



Tentu disparitas tersebut sangat jauh. Mengutip laman IFL Science, Minggu (8/12/2019), penemuan terbaru ini dicapai melalui metode baru juga. Beberapa penelitian sebelumnya, seperti dalam daftar plastik dunia dari 2015, mengambil contoh air menggunakan jaring yang hanya dapat menangkap plastik sekecil 333 mikrometer (sepertiga milimeter).

Sedangkan penelitian terbaru, menggunakan teknik yang telah disempurnakan. Penelitian tersebut sanggup mengumpulkan plastik sekecil 10 mikrometer.

“Selama bertahun-tahun kami telah melakukan studi mikroplastik dengan cara yang sama menggunakan jaring untuk mengumpulkan sampel. Tetapi sesuatu yang lebih kecil dari jaring itu lepas dari pengamatan,” ungkap Jennifer Brandon, seorang ahli kelautan biologi dan penulis studi.

Untuk mendeteksi potongan-potongan yang lebih kecil, para peneliti menggunakan bantuan salps, makhluk yang mirip dengan agar-agar yang hidup di lapisan atas lingkungan laut. Salps memakan fitoplankton mikroskopis dengan menyaring air melalui saringan pencernaan di dalam tubuh mereka. Artinya, mereka juga menelan mikroplastik kecil.

Dikombinasikan dengan contoh air laut dari California Current, penelitan terbaru membedah salps untuk memprediksi tingkat mikroplastik di lingkungan sekitar. Sementara itu, peneliti belum dapat memastikan efek banyaknya mikroplastik terhadap kesehatan manusia.

Awal tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengumumkan, efek mikroplastik pada tubuh mungkin tidak terlalu signifikan. Namun semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa kontaminasi mikroplastik membahayakan hewan air dan darat.

Terlepas dari respon WHO yang cukup tenang dari efek ini, organisasi memerintahkan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak potensial terhadap tubuh manusia.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak