alexametrics

Carlos Ghosn Sebut Nissan Akan Bangkrut 2-3 Tahun Lagi

loading...
Carlos Ghosn Sebut Nissan Akan Bangkrut 2-3 Tahun Lagi
Mantan bos Nissan, Mitsubishi dan Reanault Carlos Ghosn. FOTO/ Ist
A+ A-
JAKARTA - Pengakuan mengejutkan datang dari mantan petinggi Aliansi, Nissan, Mitsubishi dan Renault Carlos Ghosn saat diwawancarai oleh pengacara selama lebih dari 10 jam usai ditangkap kembali.

Menurut Ghosn mengatakan Nissan Motor Co. diperkirakan akan bangkrut dalam dua hingga tiga tahun.

Ghosn membuat prediksi itu tahun lalu dalam serangkaian pembicaraan tentang penangkapan dan dakwaannya, kata seorang mantan jaksa yang juga seorang kritikus sistem peradilan Jepang, Nobuo Gohara.



"Dia mengatakan kepada saya bahwa Nissan akan bangkrut dalam dua hingga dua tahun," kata Gohara pada konferensi pers di Tokyo untuk mengungkapkan percakapannya dengan Ghosn. seperti dilansir dari Blomberg

Mantan CEO pengungsi saat ini mungkin tidak menjelaskan secara rinci mengapa Nissan menghadapi kesulitan seperti itu.

Juru bicara Nissan Azusa Momose yang dihubungi menolak memberikan komentar. Pabrikan kendaraan yang berbasis di Yokohama sekarang mengalami penurunan penjualan yang signifikan di China dan Eropa.

Pengembangan telah memaksa Nissan untuk mengevaluasi kembali target penjualan dan profitabilitas tahunannya untuk tahun fiskal, menambahkan bahwa itu akan pensiun 12.500 karyawan di seluruh dunia.

Gohara bertemu dan mewawancarai Ghosn lima kali dalam dua bulan untuk menyelesaikan penulisan buku yang rencananya akan diterbitkan sebelum persidangan Ghosn dimulai. Pertemuan terakhir adalah dua hari sebelum penerbangannya ke Beirut.

Pengacara mengklaim telah memperoleh izin dari Ghosn untuk mengungkapkan rincian diskusi mereka.

Gohara telah menjadi advokat aktif untuk sistem peradilan Jepang di blog dan televisi. Sejak penangkapan Ghosn, ia telah mengkritik sistem hukum matahari terbit.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak