alexametrics

Ketakutan Virus Corona

Umat Yahudi Berdoa di Tempat Nabi Muhammad SAW Naik ke Langit Tujuh

loading...
Umat Yahudi Berdoa di Tempat Nabi Muhammad SAW Naik ke Langit Tujuh
Umat Yahudi di Tembok Barat Yerusalem pada Minggu (16/2/2020) agar terhindar dari Corona. FOTO/ reuters
A+ A-
TEL AVIV - Teror Virus Corona yang kian merajalela dapat dipastikan tak ada satupun negara yang tidak takut akan wabah ini. Bahkan virus mematikan ini nyatanya ikut menghantui Kaum Yahudi di Israel.

Ratusan orang menggelar doa bersama di Tembok Barat Yerusalem pada Minggu (16/2/2020) untuk memohon agar dijauhkan dari wabah virus korona. BACA JUGA: Fakta Corona Ditutupi, Satelit Beberka Kadar Sulfur Dioksida di China

Seperti dilansir dari Reuters, Menurut laporan media lokal, doa itu digagas oleh sejumlah rabbi dan pemimpin komunitas Yahudi setempat. BACA JUGA: Dua Ilmuwan China Yakin Riset WCDC yang Lahirkan Petaka Corona



Tembok Barat adalah lokasi yang dihormati oleh umat Yahudi sebagai sisa dari komplek Kuil Kedua yang dihancurkan oleh Romawi pada 70 Masehi.

Salah satu situs paling suci bagi umat Islam, Al Haram Asy Syarif, di mana masjid Al-Aqsha dan Kubah Shakhrah berdiri, terletak di atasnya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan warga Israel di atas sebuah kapal pesiar yang sedang dikarantina selama dua minggu di lepas pantai Jepang, akan segera dievakuasi. BACA JUGA: Dunia Cari Ali Mohamed Zaki Pembasmi Virus Corona di Arab Saudi

Al-Haram asy-Syarif juga tempat di mana Nabi Muhammad naik ke langit tujuh dan ini adalah salah satu tempat paling suci dalam agama Islam yang disebut isra miraj .

Tempat suci di Jerusalem timur itu seluas 14 hektar, yang direbut Israel dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967 dan belakangan diduduki walau tidak diakui dunia internasional. BACA JUGA: AS Pastikan Hanya Tuhan yang Bisa Hentikan Virus Corona
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak