alexametrics

Menkominfo Menilai JD.id Jadi Unicorn Karena Bisnis Digital Indonesia Bertumbuh

loading...
Menkominfo Menilai JD.id Jadi Unicorn Karena Bisnis Digital Indonesia Bertumbuh
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, setelah rapat dengan Komisi I DPR RI. FOTO/ FIKRI/ SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Belum lama ini beredar isu bahwa JD.id telah meraup valuasi lebih dari USD1 miliar. Artinya, e-commerce ini telah menyabet gelar unicorn di Indonesia.
JD.id menjadi perusahaan keenam di Indonesia yang berstatus unicorn, setelah Gojek, Bukalapak, Traveloka, OVO, dan Tokopedia.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, mengatakan, JD.id merupakan perusahaan yang sudah berkembang di luar negeri, bukan perusahaan rintisan asli Indonesia.

Meski begitu, Johnny menjelaskan, pencapaian JD.id tetap disambut oleh pemerintah, karena turut menyemarakkan bisnis e-commerce Tanah Air.



“Tapi yang terpenting bukan hanya untuk bisnis medium to high, tapi small to medium. Pentani, nelayan, peternak, bisa masuk ke sana,” kata politisi Nasdem itu, di Gedung Parlemen, Selasa (25/2/2020).

Selain itu, dia berharap perusahaan rintisan yang ada di Indonesia bisa naik kelas, bisa mengikuti jejak pendahulunya sebagai unicorn atau bahkan decacorn, melalui program NextICorn (Next Indonesia Unicorn).

Di sisi lain, melihat industri e-commerce di Indonesia, Johnny menilai setiap perusahaan yang memakai ruang digital, memiliki potensi yang besar. Sebab, menurutnya ekonomi digital di Indonesia terus bertumbuh.

“Kalau JD.id itu perusahaan dari global, yang katanya masuk jadi unicorn di Indonesia. Itu artinya bisnis digital di Indonesia berkembang dengan baik,” tandasnya.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak