Bisnis Esek-Esek Terancam Tinggal Cerita Gara-Gara Teledildonik

loading...
Bisnis Esek-Esek Terancam Tinggal Cerita Gara-Gara Teledildonik
Ilustrasi robot seks. FOTO/ Daily. FOTO/ DAILY
LONDON - Tak hanya situs-situs porno yang banyak dikunjungi saat pandemi COVID-19 terungkap penggunaan Teledildonik meledak saat pandemi. Bahkan para peneliti memprediksi bisnis esek-esek terancam punah oleh teknologi Teledildonik.BACA JUGA - Cara Cek BLT Gaji di Bawah Rp5 Juta Lewat WhatsApp dan SMS

Peneliti teknologi seks Eleanor Hancock memprediksi ledakan penggunaan teledildonik ketika dunia mulai memahami gagasan hidup dengan virus corona daripada mengalahkannya.BACA JUGA - Jam Tangan Misterius Kurt Cobain yang Tak Banyak Orang Tahu

Di Republik Irlandia, dua badan kesehatan terkemuka telah meluncurkan kampanye baru yang mempromosikan seks yang lebih aman bagi generasi muda.

Health Service Association (HSE) dan Irish Pharmacy Union (IPU) menyarankan kaum muda untuk melakukan hubungan seks virtual untuk mengurangi kontak fisik melalui peluncuran kampanye informasi baru.



Kampanye baru, yang diberi nama "Play It Safe!" bertujuan untuk menginformasikan dan mendidik kaum muda tentang bahaya pacaran di zaman Covid.

Dan bagian penting dari permainan aman ini adalah menemukan cara-cara baru untuk mendekati seks abad ke-21.

Teknologi Porno hologram menyematkan pemirsa ke dalam adegan film dewasa menggunakan 'erotika 3D' berteknologi tinggi



ÔÇťOrang dewasa muda, khususnya, dipengaruhi oleh krisis kehamilan dan infeksi menular seksual dan lebih mungkin melakukan aktivitas seksual dengan lebih dari satu pasangan. Sangat penting bahwa informasi yang akurat dan dapat dipercaya tersedia secara gratis untuk menginformasikan pengambilan keputusan kesehatan seksual, terutama selama pandemi. " tutur HSE seperti dilansir dari Daily

Teledildonik melonjak saat para pecinta lockdown 'berhubungan seks melalui internet' Pandemi global seperti Covid-19 hanya akan menjadi hal biasa saat kita melakukan perjalanan lebih jauh dan lebih cepat dari sebelumnya, dan tinggal di kota yang semakin padat.

Intinya menikmati keintiman secara online, tanpa menghadapi semua risiko yang terkait dengan seks selama pandemi, tampaknya wajar jika lebih banyak orang yang melakukannya.
(wbs)
KOMENTAR ANDA
preload video
Top