alexametrics

Berukuran 0,125 Mikron, Partikel Corona dengan Mudah Jebol Masker

loading...
Berukuran 0,125 Mikron, Partikel Corona dengan Mudah Jebol Masker
Masker menjadi barang paling susah dicari saat virus corona melanda Indonesia. FOTO/ DOK SINDOnews
A+ A-
LONDON - Para peneliti di Inggris mengkhwatirkan masker yang beredar saat ini tak mampu mencegah atau menyaring virus corona COVID-19. Pasalnya corona diketahui terus bermutasi dan ukurannta semakin kecil sehingga tak mampu ci Tangkal oleh masker saja.

Menurut Jurnal Ilmiah Saintice, dengan menggunakan mikoskop elektron para ilmuwan mengetahui ukuran corona saat ini, menurut ahli corona virions (atau partikel) adalah partikel bulat dengan diameter125nm (0,125 mikron). partikel terkecil adalah 0,06 mikron dan terbesar 0,14 mikron.
Berukuran 0,125 Mikron, Partikel Corona dengan Mudah Jebol Masker

Virus corona yang mendera dunia saat ini terus berevolusi, dari virus yang biasa saja kini virus ini jadi lebih menakutkan. Terlihat dari bentuk penampakan virus ini melalui teknologi canggih mikroskop elektron.

Virus ini dapat terlihat keluar dari permukaan sel manusia yang dikultur di laboratorium dan diambil dari pasien di Amerika oleh US National Institutes of Health.



Para ilmuwan memindai virus ini dengan mikroskop elektron Khususnya, pemindaian dengan jelas menunjukkan paku di tepi luar partikel virus yang memberi nama virus corona - karena 'corona' berarti mahkota atau lingkaran cahaya dalam bahasa Latin.

Para ilmuwan juga menemukan dari pemindaian bahwa virus yang menyebabkan Covid-19 stabil selama beberapa jam hingga berhari-hari di aerosol dan permukaan.

Mereka menemukan bahwa virus itu dapat dideteksi dalam aerosol hingga tiga jam, hingga empat jam pada tembaga, hingga 24 jam pada kardus dan hingga dua hingga tiga hari pada plastik dan stainless steel.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, Robert Redfield mengatakan COVID-19 akan bertahan hidup pada tembaga atau bahan baja selama sekitar 2 jam. Akan tetapi menurutnya itu akan bertahan lebih lama jika berada pada permukaan lain, seperti kertas atau plastik selama 9 hari.

Robert Redfield menduga bahwa terinfeksi melalui kontak langsung dengan permukaan objek mungkin menjadi penyebab tertularnya sejumlah penumpang dan awak kapal ‘Diamond Princess’, tetapi bukan karena penularan lewat udara.

Tak hanya Robert, Para ilmuwan yakin virus semacam itu biasanya dapat bertahan hidup sekitar 4 hingga 5 hari pada permukaan plastik, kaca, kayu, kertas atau aluminium setelah meninggalkan tubuh inangnya, seperti tubuh manusia, tetapi dalam beberapa kasus, virus tersebut bertahan lebih lama, dan barang-barang atau bahan-bahan itu sangat sering disentuh orang dalam kehidupan sehari-hari.
(wbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak