alexametrics

Dianggap Mahal, Banyak Pabrik Handphone Tinggalkan Snapdragon 865

loading...
Dianggap Mahal, Banyak Pabrik Handphone Tinggalkan Snapdragon 865
Pabrikan smartphone ternama ramai-ramai tinggalkan chipset Snapdragon 865 karena dianggap mahal. Foto/ist
A+ A-
REDMOND - Qualcomm mencoba untuk menghubungkan semua penjualan sistem andalannya yang baru pada chipset Snapdragon 865 dengan modem eksternal X55 5G. Keputusan ini dapat mengganjal produsen smartphone menggunakan chipset ini dalam model barunya.Sebagai gantinya, pabrikan ponsel cerdas memilih opsi lain untuk mengurangi biaya pembuatan perangkatnya. Sekaligus menghindari mereka menaikkan harga di tingkat ritel.
Ketika Qualcomm membuat keputusan aneh untuk meninggalkan modem terintegrasi, itu mengejutkan banyak orang. Padahal mereka yang sebelumnya mengumumkan peningkatan efisiensi energi dalam desain monolitik, dan pelepasan ruang tambahan di dalam smartphone ketika modem dibangun langsung ke dalam prosesor.

Dalam beberapa tahun terakhir, pabrikan ini telah mempromosikan jaringan 5G dan memperkenalkan modem bahkan pada prosesor kelas menengah, seperti Snapdragon 765/765G. Pada saat yang sama, mereka yang ingin menggunakan chip unggulan harus membayar biaya tambahan untuk modem X55 5G yang terpisah. Bahkan jika mereka akan merilis handphone dengan dukungan hanya 4G.

Akibatnya, produsen smartphone flagship tahun ini tidak memiliki minat pada prosesor yang mahal. Terutama di saat pasar masih jenuh, terlebih ketika penjualan jatuh karena pandemik virus Corona.



Secara khusus, kita berbicara tentang handphone yang akan datang seperti LG G9 ThinQ. Perangkat akan menggunakan prosesor Snapdragon 765 dengan modem 5G bawaan.

Hal yang sama berlaku untuk HMD Global dengan Nokia 8.3-nya. Berkenaan dengan perangkat masa depan, Google Pixel 5 dan Pixel 5 XL juga sebagai bukti ditinggalkannya Snapdragon 865 oleh pabrikan ternama.

Sedangkan iPhone 5G yang diaktifkan di masa depan harus mendapatkan modem Snapdragon X55. Sebab Apple tidak punya pilihan. Berbeda dengan Android, di mana pabrikan memilih prosesor yang lebih murah dan lebih sederhana guna memangkas harga jual.

Sementara itu, Qualcomm sudah mempromosikan modem X60 5G berikutnya. Tetapi mengingat masalah di atas, prospek modem baru sejauh ini terlihat meragukan.
(mim)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak