Jago "ML", Dua Mahasiswi Wakili Indonesia di Ajang AWS DeepRacer ASEAN

loading...
Jago ML, Dua Mahasiswi Wakili Indonesia di Ajang AWS DeepRacer ASEAN
Nathania Saphira, mahasiswi semester 7 Jurusan Informatika UKDW Yogyakarta menjadi juara AWS DeepRacer Womens di Indonesia. Foto/Ist
JAKARTA - Amazon Web Services(AWS) sukses menggelar Liga Perempuan AWS DeepRacer yang bertujuan mendorong kesetaraan dan inklusi teknologi machine learning (ML)di kalangan mahasiswi Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tentunya dengan pendekatan yang fun atau menyenangkan. (Baca juga: 2 Lubang Hitam Terkuat Mau Tabrakan, Bahayakah untuk Warga Bumi?)

Untuk memilih wakil Indonesia yang akan berlaga di grand final AWS DeepRacer Women’s League Asia Tenggara (ASEAN), AWS telah menggelar kompetisi tingkat nasional pada pertengahan Agustus 2020. Hasilnya, Nathania Saphira mahasiswi semester 7 jurusan Informatika Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta berhasil menjadi juara pertama dengan mencatat waktu yang mengesankan, yakni 0:11:416.

Dengan hasil tersebut, Nathania bersama juara kedua, Mahanti Indah Rahajeng dari Institut Teknologi Bandung (ITB), akan mewakili Indonesia di kejuaraan tingkat Asia Tenggara.

Menanggapi keberhasilannya di AWS DeepRacer, Nathania, mengatakan, meraih kemenangan bukanlah menjadi motivasi utama ketika dirinya memutuskan untuk turut serta berlomba di ajang ini. Dijelaskannya, AWS DeepRacer merupakan peluang baginya untuk memperkaya pengetahuan sekaligus kemampuan di bidang machine learning.



“Dengan ikut berkompetisi di ajang ini saja, saya bisa memperoleh banyak ilmu tambahan tentang machine learning yang sangat berguna dalam melengkapi teori-teori yang saya dapatkan di bangku kuliah," tutur Nathalia.

Sebagai contoh, dirinya mempelajari supervised dan unsupervised learning. Namun, untuk pembelajaran tentang reinforced learning baru diperolehnya ketika mengikuti AWS DeepRacer ini.

Nathania mengapresiasi pendekatan yang dilakukan oleh AWS dalam mendorong minat dan antusiasme perempuan terhadap machine learning melalui AWS DeepRacer yang dinilai sangat fun dan edukatif. Melalui pendekatan seperti ini, teknologi machine learning yang masih banyak dipersepsikan sebagai sesuatu yang terlalu tekninal bagi perempuan diharapkan bisa dapat berubah menjadi bidang yang menarik dan mengasyikan untuk dipelajari.



Apalagi, tegas dia, kebutuhan industri terhadap SDM yang menguasai bidang ini meningkat seiring dengan meningkatnya peran teknologi ini di industri. “Machine learning makin berperan penting di semua sektor industri. Saya berharap kejuaraan ini akan terus berlangsung dan melibatkan lebih banyak lagi mahasisiwi-mahasiswi Indonesia,” ucapnya.
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR ANDA
Top