Donald Trump Sukses Bikin Pendapatan TikTok Melorot

loading...
Donald Trump Sukses Bikin Pendapatan TikTok Melorot
Pangsa pasar TikTok di AS menyusut secara signifikan karena larangan AS. Pada bulan Januari tahun ini, TikTok menyumbang sekitar 76% dari penginstalan, dan aplikasi yang tersisa di 5 teratas menyumbang 24% dari total penginstalan. Foto/Ist
BEIJING - Pada Agustus lalu, Presiden AS, Donald Trump menandatangani perintah yang melarang TikTokberoperasi dari Amerika Serikat. Pendapatan TikTok pun melorot. Satu-satunya cara jaringan sosial itu dapat bekerja di Amerika Serikatadalah dengan menjualnya kepada perusahaan AS. (Baca juga: Covid-19 Bikin Belanja Pemerintah Membengkak, Tapi Pajak Loyo)

Sejak menandatangani perintah Trump, TikTok telah melakukan pembicaraan dengan perusahaan seperti Microsoft. Presiden AS memerintahkan kesepakatan itu harus diselesaikan pada 20 September.

Reuters melaporkan pada hari Jumat kemarin, meskipun negosiasi sedang berlangsung, para pejabat di Beijing percaya penjualan paksa akan membuat ByteDance dan Pemerintah China tampak menjadi lawan yang tidak diunggulkan.

Sumber mengatakan China sedang mempertimbangkan untuk menggunakan pembatasan ekspor teknologi untuk menunda keputusan apa pun. TikTok, pada gilirannya, mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan tidak memperhatikan tekanan dari Beijing.



Laman Giz China melaporkan, ketika ditanya oleh wartawan tentang TikTok dan larangan yang akan datang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan Trump menyalahgunakan konsep keamanan nasional untuk menindas perusahaan asing.

Pada bulan Agustus, TikTok mengajukan gugatan ke pemerintahan Trump, dengan alasan kurangnya proses hukum. Beberapa hari lalu, rumor mulai muncul bahwa ByteDance sedang dalam pembicaraan dengan Pemerintah AS untuk menghindari penjualan penuh.

Meskipun ada langkah alternatif, ByteDance masih dalam pembicaraan dengan perusahaan AS untuk dijual. Beberapa kandidat yang mungkin termasuk Oracle, atau kemitraan Microsoft-Walmart.
Donald Trump Sukses Bikin Pendapatan TikTok Melorot

Menurut statistik terbaru dari Sensor Tower, pendapatan global TikTok pada bulan Agustus turun banyak dari bulan sebelumnya. Menurut laporan tersebut, meskipun mengalami penurunan, TikTok masih menjadi aplikasi non-game tertinggi di dunia.



Data menunjukkan bahwa total pendapatan TikTok di Apple Store dan Google Store melebihi USD88,1 juta pada bulan Agustus. Ini adalah penurunan 14% dari bulan sebelumnya yang USD102 juta. Angka untuk aplikasi dari April hingga Juni tahun ini masing-masing adalah USD78 juta, USD95,7 juta, dan USD90,7 juta.

Selain itu, sekitar 85% pendapatan TikTok di bulan Agustus berasal dari China (TikTok), sedangkan pendapatan dari Amerika Serikat hanya menyumbang 7,8%. Selanjutnya, pasar Turki menyumbang sekitar 1,4%.

Pangsa pasar TikTok di AS juga menyusut secara signifikan karena larangan AS. Pada bulan Januari tahun ini, TikTok menyumbang sekitar 76% dari penginstalan, dan aplikasi yang tersisa di 5 teratas menyumbang 24% dari total penginstalan.

Namun, pada bulan Agustus, pangsa pasar dari empat pesaing terbesar Bytedance telah naik menjadi 44%. Sedangkan pangsa pasar TikTok menyusut 20%. (Baca juga: Lima Fenomena Astronomi yang akan Terjadi di Pekan Kedua September 2020)
(iqb)
KOMENTAR ANDA
preload video
Top