Pesawat NirAwak Karya Anak Bangsa Ini Sudah Jalani Misi Militer dan Sipil

loading...
Pesawat NirAwak Karya Anak Bangsa Ini Sudah Jalani Misi Militer dan Sipil
Pesawat LSU 02, salah satu pesawat UAV karya Pusat Teknologi Penerbangan yang sudah melakukan berbagai misi surveylance, baik sipil maupun militer. Foto/Dok LAPAN
TANGERANG - Anak bangsa sudah menguasai teknologi tinggi di berbagai bidang. Salah satunya kedirgantaraan. (Baca juga: Demi Vaksin, Erick Thohir Pedekate dengan AstraZeneca)

Ya, kita sudah mampu membangun pesawat terbang tanpa awak atau yang sering disebut PTTA atau Pesawat Udara NirAwak (PUNA). Pesawat yang juga disebut Unmanned Aerial Vechile (UAV) merupakan teknologi yang tergolong baru dan sangat menarik.

Beberapa aspek perkembangan teknologi UAV ini terletak pada performance, seperti layaknya pesawat terbang berawak.



Dikutip dari laman lapan.go.id, disebutkan bahwa performance terbang pesawat tanpa awak yang sering menjadi ukuran dan diperbincangkan oleh pelaku maupun penggemar teknologi ini adalah:
- Kemampuan jangkauan terbang (long distance)
- Kemampuan lama terbang (long Endurrance)
- Kemampuan terbang secara otomatis (autonomous Fliying)
- Kemampuan take off dan landing

Kemampuan-kemampuan tersebut menjadi tolok ukur dan pencapaian teknologi dan inovasi dari sebuah pesawat tanpa awak, yang di dalamya menyangkut aspek inovasi aircraff (desain pesawat terbang) propulsi, avionic, dan aerodinamika.

Nah salah satu UAV yang berhasil dibuat oleh para insinyur Tanah Air adalah pesawat LSU 02. Ini merupakan produk Pusat Teknologi Penerbangan yang sudah melakukan berbagai misi surveylance, baik sipil maupun militer.



Kemampuan terbang LSU 02 yang diklasifikasikan sebagai Tactial UAV ini, telah mampu terbang secara autonomous dan menempuh jangkauan terbang cukup jauh sekitar 200 kilometer.

Spesifikasi Pesawat UAV :
- Panjang badan ± 200 cm (composite)
- Panjang bentangan sayap (wing span) 250 cm
- Engine 10 hp/ 5 ltr
- Edurrance 5 jam
- Maksimum distance 450 km
- Komunikasi telementri 900 MHZ dengan daya 1 watt
- Dilengkapi system otomatis (outonomous flying system)
- Payload capacity 3 kg

Pengalaman Operasi :
- Nusawiru (1 st flight test)
- Rumpin ( 4 th flight test)
- Oktober 2012 Operasi Armada Jaya 2012 di Laut Ambalat Sulawesi Utara (Navy Operation at Ambalat Sea)
- Februari 2013 Test Flight endurance Pameungpeuk
- Operasi Latgab ABRI 2013-Pulau Bawean-Situbondo, Jatim)
- Pencatatan Rekor MURI, Pameungpeuk-Pangandaran PP(Baca juga: Desain di Luar Kebiasaan, LG Wing Serius Mengancam Merek Flagship)
(iqb)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top