LG Andalkan Duo Mesin Cuci Pintar Kapasitas Besar untuk Jaga Kesehatan Anda

loading...
LG Andalkan Duo Mesin Cuci Pintar Kapasitas Besar untuk Jaga Kesehatan Anda
Fokus penjagaan higienitas, duo mesin cuci terbaru LG menghadirkan teknologi pencucian dengan uap yang dikembangkan LG. Foto/Ist
JAKARTA - PT LG Electronics Indonesia (LG) memperkenalkan dua mesin cuci pakaian terbarunya. Fokus pada higienitas hasil cucian dalam kapasitas besar, keduanya hadir untuk mengisi kebutuhan mesin cuci yang mampu mendukung penjagaan kesehatan keluarga Indonesia. (Baca juga: Teleskop Pemburu Alien Alami Musibah Misterius, Diserang UFO?)

“Di tengah masa ini, perhatian mencuci pakaian tak lagi hanya membuatnya bersih. Namun juga menjadikannya lebih higienis. Teknologi LG yang telah teruji pada kedua mesin cuci ini memungkinkan hal tersebut,” klaim Rumbi Simanjuntak, Head of Product Marketing Home Appliance LG Electronics Indonesia.

Fokus penjagaan higienitas, sambung dia, produk hadir melalui teknologi pencucian dengan uap yang dikembangkan LG. Sementara kapasitas drum 15 kg dari keduanya didesain untuk mencukupi kebutuhan sekali pencucian untuk seluruh pakaian keluarga.



Dari keseluruhan ornamen tampilan, keduanya memiliki kemiripan tinggi. Hanya dari sisi warna, F2515RTGV berwarna logam gelap sedangkan F2515STGW tampil dengan warna putih. Perbedaan lainnya terdapat pada adanya fitur pengeringan pakaian hingga 100% yang tersemat dalam F2515RTGV.

Di luar itu, jelas Rumbi, untuk menunjang kemampuannya dalam pencucian higienis, keduanya dibuat dengan teknologi LG Steam™. Keistimewaan inovasi LG pada teknologi pencucian dengan uap ini ada pada kemampuannya menghasilkan dan mempertahankan suhu panas uap pada tingkat optimal untuk pembersihan.

Di samping melepaskan kemungkinan debu halus yang menempel, juga tungau serta material lain yang menjadi pemantik alergi. “Inovasi LG pada teknologi pencucian dengan uap inilah yang membuat keduanya dapat menjadi pilihan tepat untuk keluarga yang memiliki alergi ataupun perlindungan bagi bayi,” tambah Rumbi.



Mendukung kemampuan fitur ini dalam menjaga higienitas pakaian, LG menerapkan material stainless steel pada seluruh bagian tabung hingga komponen dalam tabung. Dibuat demikian terkait karakter khas material ini yang membuatnya dipercaya untuk penggunaan di berbagai industri yang berhubungan dengan higienitas.

Hasil pengujian Intertek sebagai lembaga uji dan sertifikasi global untuk produk pun mendukung pilihan LG tersebut. Sertifikat hasil uji Intertek menunjukkan terapan stainless steel pada seluruh bagian tabung kedua mesin cuci pintar LG ini mencegah pertumbuhan bakteri 99% lebih tinggi dibanding keadaan awal bakteri.

Di sisi lain, mendukung pemanfaatan kapasitas tabung yang besar untuk meminimalkan kebutuhan waktu dalam pencucian, LG juga menyematkan fitur TurboWash™. Sesuai nuansa pada namanya, pemanfaatan fitur ini dapat memangkas waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus pencucian, tanpa mengurangi performa hasilnya.

Hal ini berkat rangkaian proses pencucian yang dikembangkan LG. Saat pencucian mulai dilakukan, gerak unik tabung pada kedua mesin cuci ini membuat tabung dan pulsa-tor bergerak pada arah putar yang berbeda. Selain menciptakan gelombang air yang membuat deterjen dapat lebih membaur baik, gerak unik ini menimbulkan efek memeras untuk pembersihan.

Rumbi mengutarakan, keberadaan TurboWash™ membuat kedua mesin cuci ini hanya membutuhkan waktu 59 menit untuk menyelesaikan satu siklus pencucian. “Dengan kapasitas besar dan TurboWash™ yang memangkas waktu pencucian, memberikan lebih banyak waktu berkualitas bagi keluarga,” sebutnya.

Kata pintar yang disematkan pada keduanya sendiri, merujuk pada sensor canggih AI DD (Artificial Intelligence Direct Drive). Melengkapi sensor pada mesin cuci konvensional yang hanya mendeteksi berat total cucian, dukungan kecerdasan buatan membuat sensor ini mampu membedakan pencucian berdasarkan karakteristik bahan pakaian.

Kejelian sensor ini dalam mengenali karakteristik bahan pakaian tak luput dari dukungan 20.000 basis data karakteristik bahan pakaian saat pencucian. Saat cucian dimasukkan, mengaktifkan sensornya cukup dengan menekan sebuah tombol, membuat tabung cuci berputar perlahan memberikan waktu bagi sensor mengenali karakteristik pakaian melalui gelombang mikro yang dihasilkan.

Pengembangan sensor berbasis AI ini merupakan hasil dari pengamatan LG pada ketidakpuasan yang kerap timbul dari mesin cuci konvensional. Hanya mendasarkan pada berat cucian tanpa deteksi karakteristik bahan, mesin cuci konvensional tak mampu mengenali kebutuhan pencucian berbeda antara dua jenis pakaian dengan bahan dasar sama.

"Antara kemeja dan celana misalnya, meski keduanya berbahan katun, namun memiliki tingkat kelembutan berbeda yang membuat penanganan pencuciannya juga tak sama," ucapnya.

Selain pencucian tak optimal, sensor konvensional yang hanya bertumpu pada berat keseluruhan ini juga membuat pakaian lebih berisiko mengalami penurunan kualitas lebih cepat.

Melengkapi kepintarannya, beber Rumbi, mesin cuci ini juga didukung LG ThinQ™. Platform pintar pengembangan LG ini berupa aplikasi yang dapat diunduh pada smartphone berbasis Android maupun iOS.

Melalui keterhubungan WiFi, pengguna dapat mengendalikan mesin cuci ini hanya dengan pilihan menu pada smartphone. Diantaranya memulai pencucian, memilih siklus pencucian tertentu hingga menonaktifkannya.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top