Ini Beda Qualcomm Snapdragon 800, 700, 600, 400, dan 200

loading...
Ini Beda Qualcomm Snapdragon 800, 700, 600, 400, dan 200
Qualcomm Snapdragon 800 hingga 200 memiliki perbedaan fitur dan segmen pengguna, yang berdampak pada harga ponsel saat dijual ke pasar.
JAKARTA - Xiaomi akan segera merilis Poco X3 di Indonesia yang dibekali Snapdragon 732G. Posisinya berada sedikit di bawah Poco F2 Pro yang memakai chipset Snapdragon 865. BACA JUGA :Pidato, CEO Lei Jun Banggakan Ibu-Ibu Indonesia yang Rakit Ponsel Xiaomi

Snapdragon 732G dirancang untuk performa, walau memang fiturnya tidak selengkap dan secanggih Snapdragon 865.

Senior Manager Business Development Qualcomm Indonesia Dominikus Susanto mengatakan, setiap lini System on Chip (SoC) Qualcomm menyasar segmen berbeda-beda. Baik 800, 700, 600 dan 400, masing-masing menyasar segmen yang beragam. Di dalamnya juga tersemat fitur yang sangat berbeda. Nah berikut cara mudah untuk membedakan masing-masing chipset Qualcomm Snapdragon:



Ini Beda Qualcomm Snapdragon 800, 700, 600, 400, dan 200

Xiaomi Poco X3 yang akan segera dirilis di Indonesia menggunakan Snapdragon 732G. Foto: dok. Gizmochina

Chipset Qualcomm SnapdragonFiturdanSegmentasi
Snapdragon 800 Varian teratas Qualcomm. Hanya untuk ponsel flagship. Memiliki semua teknologi tercanggih, terbaru, dan tercepat. Juga sangat mahal. Begitu eksklusifnya, setahun hanya dikenalkan satu atau dua varian saja.
Snapdragon 700Prosesor baru yang mengadopsi banyak sekali fitur Snapdragon 800. Performanya masih sangat tinggi, untuk gaming masih bisa diajak “rata kanan”, dan punya kemampuan foto/video yang sangat baik. Namun, harganya lebih terjangkau.
Snapdragon 600SoC yang dirancang untuk pengguna paling umum. Memiliki kombinasi terbaik antara harga dan performa. Masih bisa digunakan untuk multitasking ataupun bermain gim berat dengan performa secukupnya.
Snapdragon 400Berada di posisi antara entry level dan menengah. Masih bisa menjalankan mayoritas aplikasi dan gim populer dengan sangat baik dan tangkas.
Snapdragon 200
Dirancang untuk kelas entry level, digunakan untuk ponsel dengan harga paling terjangkau yang tidak butuh kekuatan komputasi tinggi. Harganya pun bisa ditekan hingga Rp1 jutaan.

Terlepas dari grafik di atas, Dominikus Susanto mengatakan, tahun rilis chip juga tetap harus dijadikan patokan. Qualcomm Snapdragon 675 terbaru, misalnya, bisa jadi lebih baik dan lebih cepat dibanding Snapdragon 712 atau 710 generasi lama.

BACA JUGA:Xiaomi Menggila: No 1 di India dan Eropa, No 4 di Indonesia

”Melihatnya harus bijaksana, dari edisi tahun berapa dan teknologi apa saja yang dimasukkan di dalamnya. Bisa saja angkanya lebih kecil, tapi teknologinya lebih baik,” ungkap Susanto.
(dan)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
KOMENTAR ANDA
Top