AnTuTu Ungkap Peningkatan Kinerja iPhone 12 Pro Max Tak Sesuai Harapan

loading...
AnTuTu Ungkap Peningkatan Kinerja iPhone 12 Pro Max Tak Sesuai Harapan
Tolok ukur AnTuTu yang dijalankan pada iPhone 12 Pro Max, menunjukkan skor CPU 16% lebih tinggi dan hasil GPU 4% lebih baik. Foto/Ist
JAKARTA - Apple memang batal mengumumkan iPhone generasi terbaru pada acara peluncuran September ini, tapi perusahaan merinci jantung dari ponsel masa depanny, chipset Apple A14. (Baca juga: Bocoran Spesifikasi dan Harga Bentuk Opini Galaxy S20 FE Ungguli iPhone 12)

Berdasarkan klaim Apple pada pengumuman tersebut, lapor GSM Arena, diperkirakan chipset memiliki CPU 17% lebih cepat dan GPU 8% lebih baik dari pendahulunya. Tolak ukur yang baru muncul menunjukkan angka-angka ini cukup dekat dengan yang diperkirakan sebelumnya.
AnTuTu Ungkap Peningkatan Kinerja iPhone 12 Pro Max Tak Sesuai Harapan

Tolok ukur AnTuTu yang dijalankan pada iPhone 12 Pro Max, menunjukkan skor CPU 16% lebih tinggi dan hasil GPU 4% lebih baik. Namun ada peningkatan yang lebih nyata dalam kecepatan memori, yakni 22%. Tetapi secara keseluruhan peningkatan kinerja jelas kecil.

Hasil gabungan dari 572.333 poin bisa dibilang rendah mengingat pesaingnya, Snapdragon 865+ (Plus) yang mengotaki ponsel Android, melampaui angka 600.000. Perlu dicatat perbandingan tolok ukur lintas platform sebenarnya bukan bidang permainan yang setara karena ada perbedaan dalam cara tugas dijalankan.

Namun, perbandingan dengan A13 sepenuhnya relevan dan ini menunjukkan bahwa chipset 5nm pertama di dunia tidak akan membawa lompatan kinerja yang diharapkan banyak orang. Ada tiga penjelasan yang muncul dari temuan ini.
AnTuTu Ungkap Peningkatan Kinerja iPhone 12 Pro Max Tak Sesuai Harapan

Untuk satu hal, Apple mungkin memprioritaskan penggunaan baterai daripada kinerja langsung yang membuat A14 menggunakan lebih sedikit daya, sambil mencapai kinerja yang kira-kira sama. Itu kemungkinan besar karena pelopor A14 Bionic - Apple iPad Air generasi ke-4 - memiliki masa pakai baterai yang sama dengan pendahulunya meskipun mengemas sel 8% lebih kecil.



Atau, pindah ke chipset 5nm mungkin tidak menghasilkan keuntungan seperti yang kita semua harapkan. Meskipun proses yang hampir 30% lebih kecil secara teoritis akan memberikan peningkatan efisiensi yang besar, mungkin perlu waktu sampai proses tersebut digunakan sepenuhnya. (Baca juga: Konser Musik saat Kampanye Pilkada Disoal, Ketua KPU: Kami Akan Larang)
(iqb)
KOMENTAR ANDA
Top