Menguak Rencana Besar Angkatan Luar Angkasa AS Menguasai Bulan

loading...
Menguak Rencana Besar Angkatan Luar Angkasa AS Menguasai Bulan
Bulan menjadi target berikutnya dari militer AS demi menguasai sumber daya di sana, sekaligus titik tolak menuju Planet Mars. Foto/Inside Outer Space
HOUSTON - Tidak puas dengan pertempuran di darat, udara, dan laut, kini militer mengincar ruang angkasa sebagai objek "perangnya". Hal ini ditandai dengan keberadaan pejabat kebijakan luar angkasa militer AS yang semakin menandai peran baru mereka dalam menjaga aset dan kepentingan Amerika di luar angkasa, Bumi-Bulan. (Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold2 Memiliki Fitur Keren)

Doktrin yang berkembang meluas ke permukaan Bulan, mengingat program Artemis NASA untuk eksplorasi bulan berawak. Ditambah rencana perusahaan Amerika untuk menambang sumber daya bulan, seperti es air.

Apa yang dikatakan ahli ruang angkasa tentang perluasan taktik militer ke domain "dataran tinggi" baru di luar orbit Bumi? Dilansir dari laman Space.com, para pakar pun berbicara banyak tentang perkembangan doktrin militer yang dibangun menuju luar angkasa.

Kepentingan militer Amerika Serikat di Bumi-Bulan disorot dalam laporan baru-baru ini. Tepatnya laporan Keadaan Pangkalan Industri Luar Angkasa 2020: Waktu untuk Bertindak untuk Mempertahankan Kepemimpinan Ekonomi & Militer AS di Luar Angkasa.



Laporan pada Juli 2020 didasarkan pada lokakarya virtual yang mempertemukan lebih dari 150 pemimpin pemikiran dari industri, pemerintah, dan akademisi. Pertemuan mind-meld dipentaskan oleh NewSpace New Mexico, Unit Inovasi Pertahanan, Laboratorium Penelitian Angkatan Udara (AFRL) dan Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat.

Laporan ringkasan menjelaskan AS menghadapi tantangan besar dan titik perubahan di perbatasan akhir. Dalam hal ruang cislunar (Bumi-Bulan) dan Bulan itu sendiri, ada kebutuhan untuk mengontrol titik-titik yang dianggap kritis.

"Saat aktivitas luar angkasa meluas melampaui orbit geosynchronous, negara pertama yang membangun infrastruktur transportasi dan kemampuan logistik yang melayani GEO (orbit Bumi geosinkron) dan ruang cislunar akan memiliki kemampuan unggul untuk melakukan kontrol atas ruang cislunar. Khususnya titik Lagrange dan sumber daya dari bulan," kata laporan itu seperti dikutip Space.com.



Sebagai catatan, Titik Lagrange adalah titik yang stabil secara gravitasi di ruang angkasa tempat probe dapat "parkir", tetap di tempatnya tanpa menghabiskan banyak bahan bakar.
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR ANDA
preload video
Top