Rusia dan Amerika Serikat Berebut Kuasai Planet Venus

loading...
Rusia dan Amerika Serikat Berebut Kuasai Planet Venus
Ilustrasi Planet Venus. FOTO/ IST
MOSCOW - Para ilmuwan mendeteksi adanya potensi kehidupan lain di luar Planet Bumi. Mereka menemukan gas yang sangat asam di Venus, yang disebut fosfin. Kandungan pada gas tersebut menunjukkan adanya mikroba yang memungkinkan adanya kehidupan.

BACA JUGA - Vespa Matik Menggila, Bajaj Ngebet Pasarkan Motor

Menyusul penemuan itu, yang menunjukkan adanya potensi kehidupan di atmosfer planet, kepala badan antariksa Rusia mengatakan Venus adalah ‘planet Rusia’.Baca juga: Masih Banyak Siswa Belum Miliki Gawai dan Kesulitan Sinyal)

Klaim aneh tersebut dibuat oleh direktur jenderal Roscosmos Dmitry Rogozin pada hari Selasa, 15 September, selama pameran HeliRussia 2020 di Moskow, dengan Rogozin mengklaim Uni Soviet (Rusia) adalah negara pertama yang mengirim penyelidikan ke Venus.



Sementara itu, NASA juga memiliki beberapa prioritas yang akan dikerjakan. Mulai dari eksplorasi Mars yang sedang berlangsung, rencana ambisius untuk mengirim astronot kembali ke bulan pada tahun 2024.

Terbaru, NASA menabahkan Venus masuk ke daftar proyek prioritasnya. NASA mengatakan, akan menjadikan Venus sebagai prioritas setelah tanda kehidupan ditemukan di planet itu.

Penemuan senyawa kimia fosfin yang mengejutkan di awan Venus telah memicu spekulasi bahwa mikroorganisme asing mungkin hidup di planet yang tampaknya tidak ramah untuk kehidupan ini.



Dilansir dari CNET, Sabtu (19/9/2020), Administrator NASA Jim Bridenstine menyebut temuan itu merupakan perkembangan paling signifikan dalam mencari kehidupan lain di luar Bumi.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR ANDA
Top