Gandeng Startup Lingkungan, Gojek Rilis GoGreener Carbon Offset

loading...
Gandeng Startup Lingkungan, Gojek Rilis GoGreener Carbon Offset
Foto: dok/Gojek Indonesia
JAKARTA - Diperkirakan kegiatan yang dilakukan manusia menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang akan memperparah pemanasan global. Hal tersebut membuat Gojek melakukan kolaborasi teknologi dengan startup bidang lingkungan hidup sekaligus alumni program akselerator startup Gojek Xcelerate, Jejak.in dengan meluncurkan fitur GoGreener Carbon Offset.

Fitur ini memudahkan pengguna Gojek menghitung jejak karbon (carbon footprint) yang dihasilkan dan mengkonversikannya menjadi penanaman sejumlah pohon untuk penyerapan karbon. Dalam enam bulan pertama, Gojek akan menggandakan jumlah pohon yang ditanam pengguna. (Baca: Inilah Nasib Orang yang Bakhil)

Gebrakan Gojek sebagai penyedia layanan ride-hailing inimenjadi yang pertama di Indonesia dan dunia dalam mengembangkan inovasi carbon offset secara business to consumer (B2C). Metode perhitungan jejak karbon dan penyerapan dengan pohon mengacu pada rekomendasi ilmiah berdasarkan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan berbagai referensi dari Intergovernmental Panel on Climate Change Guidelines (IPCC) demi mengurangi emisi GRK sebesar 29% di tahun 2030.

Co-founder & Co-CEO Gojek Kevin Aluwimengatakan bahwa kolaborasi ini menciptakan dampak positif untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “Bersama Jejak.in yang telah memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pelestarian lingkungan hidup, kami akan menciptakan dampak positif yang lebih luas melalui inovasi di bidang lingkungan untuk menjembatani setiap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.



Kevin menambahkan bahwa inovasi teknologi ini merupakan sebuah komitmen awal Gojek untuk berkontribusi pada isu lingkungan. Sebelumnya, Gojek telah meluncurkan inisiatif #GoGreener pada September 2019 lalu, yang memberikan pilihan bagi konsumen untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai. (Baca juga: OPM Sudah Kelewatan, Penggunaan Operasi Militer Dinilai Mendesak)

Hasilnya. sebanyak 3 juta alat makan sekali pakai setara 10,3 ton plastik dapat berhasil dikurangi. Sementara pada layanan transportasi, Gojek dan Astra telah berkolaborasi menjalankan uji coba penggunaan motor listrik di Indonesia.

Upaya Gojek dalam inovasi teknologi untuk melestarikan lingkungan hidup ini pun mendapat apresiasi dan dukungan positif oleh pemerintah. “Kemudahan teknologi gebrakan Gojek ini menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyelamatkan lingkungan dan pengembangan hutan kota di Ibukota,” tutur Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih



Fase pertama akan dilakukan penanaman pohon jenis bakau (mangrove) di Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk, DKI Jakarta; Konservasi Mangrove Pesisir Bedono, Demak, Jawa Tengah; dan Konservasi Laskar Taman Nasional Mangrove Park Bontang, Kalimantan Timur. Penanaman pohon dilakukan oleh mitra konservasi yaitu Lindungi Hutan yang bersama para petani akan membantu proses penanaman, pemantauan, dan pelaporan pertumbuhan pohon. (Lihat videonya: Banjir Bandang Terjang Desa Cicurug, Sukabumi)

Untuk memastikan transparansi, pengguna dapat mengakses dashboard yang tautannya dapat ditemukan di fitur GoGreener Carbon Offset untuk memantau foto dan pertumbuhan pohon seperti diameter dan tinggi pohon. Nantinya, akan dilakukan penyempurnaan fitur untuk fase selanjutnya seperti menambahkan opsi lokasi, jenis pohon, juga bentuk penyerapan karbon lainnya seperti adopsi pohon. (mg1)
(ysw)
KOMENTAR ANDA
Top