74 Ekor Badak Jawa yang Tersisa Rayakan Hari Badak Sedunia

loading...
74 Ekor Badak Jawa yang Tersisa Rayakan Hari Badak Sedunia
Sakah satu Badak Jawa yang tersisa di Ujung Kulon Banten. FOTO/ IST
BANTEN - Setiap tanggal 22 September merupakan peringatan World Rhino Day(WRD) atau HariBadak Sedunia.

Tahun ini, Javan Rhino Expedition (JRE) bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ikut merayakannya.

Perayaan tersebut ditandakan dengan meluncurkan hasil karya ekspedisi yang juga bertepatan dengan setahun perjalanan kegiatan JRE yang menyoroti upaya konservasi badak Jawa.

Saat ini, ada lima jenis badak yang tersisa di dunia dan terancam punah. Dua dari kelima jenis badak tersebut berada di Indonesia, yaitu Badak Sumatera dan Badak Jawa.



Berbeda dengan Badak Sumatera yang kantong populasinya tersebar di beberapa provinsi yang ada di Pulau Sumatera dan Kalimantan, Badak Jawa hanya memiliki satu habitat di dunia, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) setelah subspesiesnya dinyatakan punah di Vietnam pada tahun 2010.

“Ini adalah momentum peringatan akan upaya konservasi badak di dunia,” kata Kepala Balai TNUK, Anggodo.

Berdasarkan data TNUK, pada Agustus 2020 populasi Badak Jawa yang tersisa hanya 74 ekor saja. Berbagai macam ancaman mengintai badak maupun “rumah terakhirnya”.



Beberapa masalah yang teridentifikasi seperti ancaman bencana alam, distribusi pakan yang menurun, ancaman penyakit, dan menurunnya kualitas genetik dihadapi badak bercula satu ini.
halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR ANDA
preload video
Top