NASA Siapkan Duit Rp415 Triliun untuk Misi "Mengacak-acak" Bulan

loading...
NASA Siapkan Duit Rp415 Triliun untuk Misi Mengacak-acak Bulan
Begitu sampai di daerah Kutub Selatan Bulan, astronot Artemis NASA akan mencoba mengumpulkan es air yang tidak dapat dilakukan oleh kru Apollo di lokasi mereka. Foto/NASA
HOUSTON - NASA mengungkap rincian baru tentang program pendaratannya di Bulan, Artemis. Rincian tersebut termasuk soal anggaran, jadwal proyek, dan rencana ambisius NASAuntuk membangun pangkalan permanen di kutub selatan Bulan. (Baca juga: Spotify, Epic, Tinder Gabung Epic Games Melawan Apple App Store)

Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut membutuhkan dana sebesar USD28 miliar atau sekitar Rp415 triliun untuk menjalankan misi mengacak-ngacak Bulan tersebut.

Dari total jumlah tersebut, USD16 miliar akan digunakan untuk membiayai program Human Landing System. Sedangkan USD7,6 miliar dialokasikan guna pengembangan wahana antariksa Orion dan Space Launch System.

USD1 miliar lainnya digunakan untuk mengembangkan teknologi eksplorasi, dan USD518 juta dipakai mengembangkan dan memproduksi baju luar angkasa untuk astronot. Total biaya USD28 miliar ini mencakup tahun anggaran 2021 hingga 2025.



Dari semuanya, pembiayaan untuk program Human Landing System yang paling terancam. Sebab Kongres AS hanya memberikan anggaran sebesar USD600 juta untuk tahun anggaran 2021, padahal dana yang diminta NASA mencapai USD3,2 miliar.

Dikutip dari Gizmodo, Sabtu (26/9/2020), administrator NASA Jim Bridenstine, mengatakan, dirinya optimistis permintaan NASA tersebut akan dikabulkan pada Natal tahun ini. Itu artinya misi NASA untuk mendarat di Bulan akan berjalan tepat waktu.

Selain masalah anggaran, laporan terbaru ini juga merilis detail penting tentang misi Artemis yang akan datang. NASA mengatakan, mereka akan mendaratkan astronot di Kutub Selatan Bulan, mematahkan laporan terbaru yang menyebutkan mereka berencana untuk mendarat di area dekat lokasi misi Apollo.



Begitu sampai di daerah kutub selatan, astronot Artemis akan mencoba mengumpulkan es air yang tidak dapat dilakukan oleh kru Apollo di lokasi mereka.

Misi Artemis I yang tidak berawak akan melibatkan peluncuran perdana Sistem Peluncuran Luar Angkasa NASA, yang seharusnya terjadi pada November 2021.

Pesawat ruang angkasa Orion, yang dirancang untuk membawa astronot ke orbit bulan, dikabarkan telah disetujui untuk prime time. (Baca juga: Ini Treatment untuk Tampil Cantik Tanpa Bedah)
(iqb)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top