BMKG Pastikan Gempabumi di Pangandaran Tak Berpotensi Tsunami

loading...
BMKG Pastikan Gempabumi di Pangandaran Tak Berpotensi Tsunami
Perairan Laut Jawa. FOTO/ IST
JAKARTA - Gampabumi tektonik berkekuatan 4,2 magnitudo terjadi di Baratdaya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (28/9/2020), pukul 10.49 WIB.Baca Juga:Restrukturisasi Kredit Diperpanjang Sampai 2022, Bos OJK: Siapa

Hasil analisa Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjunjukkan, bahwa episenter gempabumi ini terletak pada koordinat 8.27 LS dan 108.23 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 69.53 km Baratdaya Kabupaten Pangandara, dengan kedalaman 10 km.

“Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas penyesaran dalam lempeng eurasia,” tulis BMKG, melalui akun Instagram @infobmkg, Senin (28/9/2020).

Akibat kedangkalan tersebut, artinya gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.Baca Juga:Banyak Sejawatnya Meninggal COVID-19, Ini Suara Hati Para Dokter



Hal yang wajar jika masyarskat di pesisir Pulau Jawa khawatir akan datangnya tsunami. Sebab, belakangan ini ramai dibicarakan bahwa Pulau Jawa akan kedatangan tsunami setinggi 20 meter.

Munculnya tsunami itu berdasarkan hasil penelitian Institut Teknologi Bandung (ITB), menggunakan data gempabumi katalog BMKG dan Katalog internasional Seismological Centre (ISC).

Masih dari catatan BMKG, sempat terjadi gempabumi susulan di Pangandaran pada pukul 11.06 WIB. Meski begitu, BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang.



“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutup BMKG.
(wbs)
KOMENTAR ANDA
preload video
Top