November, TikTok Terancam Tetap Dipaksa Berhenti Beroperasi di AS

loading...
November, TikTok Terancam Tetap Dipaksa Berhenti Beroperasi di AS
TikTok kemungkinan tetap dipaksa berhenti beroperasi di AS, meskipun mereka telah mengantongi kesepatakan dengan Oracle dan Walmart. Foto/Ist
WASHINGTON - NasibTikTok di Amerika Serikat (AS) akan ditentukan pada awal November mendatang. Mengutip laman Reuters, seorang Hakim yang menangani perkara TikTok, hari ini, mengatakan, dia akan mengadakan sidang pada 4 November untuk memutuskan apakah Pemerintah ASdapat melarang transaksi TikTok. (Baca juga: AS Tuduh Facebook, Apple, Google Salah-Gunakan Pasar untuk Hancurkan Pesaing)

Aplikasi berbagi video pendek milik ByteDance ini dikhawatirkan oleh Pemerintahan Trump akan meneruskan data pribadi dan perusahaan Amerika ke Beijing. Perintah eksekutif yang ditandatangani oleh Presiden pada Agustus lalu memerintahkan ByteDance untuk melepaskan diri dari operasi TikTok di AS atau menghapusnya dari toko aplikasi di semua negara bagian.

Pada awalnya, Donald Trump mengacungkan jempol pada kesepakatan yang akan menciptakan perusahaan baru bernama TikTok Global yang akan 80% dimiliki oleh ByteDance dan 20% dimiliki oleh perusahaan AS, Oracle dan Walmart. Rencananya TikTok Global akan go public melalui IPO.

Sementara itu, keputusan pengadilan awal yang dikeluarkan oleh Hakim Distrik AS Carl Nichols pada 27 September mencegah Pemerintah AS memaksa Apple App Store dan Google Play Store menghapus listing-an mereka untuk TikTok.



Laman Phone Arena mengingatkan, perintah tersebut bersifat sementara dan Perintah Eksekutif yang ditandatangani oleh Trump terhadap TikTok dan ByteDance akan berlaku pada 12 November. Perintah ini akan menutup TikTok di AS jika tidak ada kesepakatan untuk mendivestasikan aplikasi populer saat itu.

Menurut jadwal yang dikeluarkan oleh pengadilan, tidak ada keputusan tentang masalah hukum apa pun di pengadilan terkait TikTok yang akan dikeluarkan paling cepat hingga akhir bulan depan.

Apa yang menahan kesepakatan adalah pertanyaan tentang kepemilikan mayoritas dari perusahaan baru. Selain itu, China perlu menyetujui transaksi tersebut dan mereka sekarang melarang ekspor algoritme buatan China ke negara lain.



TikTok menggunakan algoritme semacam itu untuk menentukan video apa yang dapat dilihat pelanggan. Teknologi ini kabarnya tidak akan dimasukkan dalam kesepakatan apa pun antara ByteDance, Oracle, dan Walmart.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR ANDA
Top