Menristek dan GIPA Ajak Anak-Anak Indonesia Berkarir di Artificial Intelligence

loading...
Menristek dan GIPA Ajak Anak-Anak Indonesia Berkarir di Artificial Intelligence
Global Indonesia Professionals Association (GIPA) mengadakan forum dengan tiga narasumber yang bekerja di Microsoft, Citigroup, dan Google di AS dan Singapura. FOTO/DOK SINDOnews
NEW YORK - Kemajuan teknologi kini melanda setiap negara, bahkan PenerapanArtificial Intelligence dan Machine Learning (AI/ML) di berbagai industri diprediksi akan meningkatkan produktivitas global sebesar USD13 Triliun. BACA JUGA - Sama seperti RX King, Stigma Jahat Melekat di Land Cruiser

Sayangnya menurut McKinsey & Company lebih dari 40% perusahaan menilai kurangnya SDM yang memiliki keahlian di bidang ini menjadi kendala terbesar dalam investasi maupun implementasi AI/ML. (Baca juga: Paling Murah, tapi iPhone 12 Mini Hadir dengan 5G dan Kamera Mumpuni)

Sehingga Global Indonesia Professionals’ Association (GIPA) mengadakan forum Going Global Series: Predicting Your Roles in Artificial Intelligence and Machine Learning dengan tiga narasumber inspiratif yang bekerja di Microsoft, Citigroup, dan Google di Amerika Serikat dan Singapura.

“GIPA mengadakan forum Going Global ini untuk memberikan inspirasi bagi anak bangsa di luar negeri dan di Indonesia untuk berani berkarir secara global terutama di bidang AI/ML sebagai program kami untuk pembangunan SDM Indonesia” ujar Steven Marcelino, Chairman dari GIPA, yang merupakan sebuah asosiasi non-profit untuk kalangan profesional dan eksekutif bekerja di mancanegara dalam keterangan persnya Rabu 14/10/2020
Menristek dan GIPA Ajak Anak-Anak Indonesia Berkarir di Artificial Intelligence




“Kami berharap bisa membangun semangat baru dan membantu mahasiswa maupun profesional muda untuk bisa masuk ke bidang AI/ML yang seringkali dianggap rumit”, tukas Arcky Meraxa, Ph.D., kepala Professional Development yang merangkap kepala kawasan Amerika di GIPA.

Tercatat acara ini disaksikan langsung oleh lebih dari 1.100 mahasiswa dan profesional muda yang berdomisili di 120 kota dan 24 negara. “GIPA kali ini menggandeng Kemenristek/BRIN, KBRI Washington DC, serta didukung oleh PPI Dunia, Indonesian Professionals Association (IPA) di A.S. dan Singapura dalam pelaksanaan forum ini” ujar Hilmi Kartasasmita, Head of Indonesia di GIPA selaku MC dalam forum ini.

Going Global Series ini kemudian dibuka oleh Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro, Ph.D., Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, yang mengapresiasi adanya forum ini yang sejalan dengan Strategi Nasional AI yang baru dipublikasikan. Menristek menegaskan krusialnya inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan mensukseskan visi Indonesia maju dalam mencapai negara berpenghasilan tinggi sebelum tahun 2045.



Dengan meningkatnya perkembangan teknologi AI di Indonesia, Prof. Bambang menekankan bahwa lebih dari sebelumnya, kehadiran para profesional dan eksekutif yang mahir di bidang teknologi sangat dibutuhkan untuk mewujudkan transformasi digital di berbagai industri di Indonesia. Mantan Kepala Bappenas ini berharap kontribusi komunitas profesional mancanegara dalam 5 bidang prioritias yakni; (i) kesehatan; (ii) reformasi birokrasi; (iii) pendidikan dan riset; (iv) ketahanan pangan; dan (v) mobilitas dan kota cerdas.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR ANDA
Top