Sibak Rahasia Tata Surya, NASA Jalani Mission Impossible Comot Batu Asteroid

loading...
Sibak Rahasia Tata Surya, NASA Jalani Mission Impossible Comot Batu Asteroid
Pesawat luar angkasa OSIRIS-REx NASA diatur untuk mengambil sampel asteroid berbentuk berlian Bennu. Foto/NASA/Goddard/University of Arizona
HOUSTON - NASA akan melakukan misi mustahil alias mission impossible guna mengungkap rahasia tata surya. Ya, pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx milik mereka akan melakukan manuver mencengkeram asteroid Bennu untuk mengambil sampel batuannya dan mengirim kembali ke Bumi. (Baca juga: Jarak Lebih Dekat Dibanding Bulan, Asteroid Ini Melintasi Bumi secara Aman)

Ya pesawat ruang angkasa NASA itu akan merasakan untuk pertama kalinya asteroid. Tepatnya, pada 20 Oktober 2020, sekitar 334 juta kilometer dari Bumi, OSIRIS-REx akan mendekati asteroid berwarna gelap berbentuk berlian bernama Bennu.

Dalam hitungan detik, OSIRIS-REx akan menyentuh permukaan Bennu untuk mengumpulkan koleksi debu dan kerikil dari asteroid tersebut. Jika berhasil, pesawat ruang angkasa itu kemudian akan menerbangkan puing-puing yang kaya karbon ini kembali ke Bumi, di mana para ilmuwan dapat menyelidikinya untuk mencari petunjuk sejarah tata surya.

Laman Nature.com mengutarakan, perjalanan ke permukaan Bennu tidak akan mudah. Pesawat ruang angkasa itu harus melewati sebuah batu besar menjulang yang dijuluki Mount Doom, lalu menuju area pengambilan sampel yang tidak lebih dari beberapa tempat parkir mobil.



“Kami mungkin tidak berhasil pada upaya pertama kami,” kata Dante Lauretta, penyelidik utama misi dan ilmuwan planet di Universitas Arizona di Tucson.

Namun jika berhasil, dia berharap, dunia melihatnya sebagai kabar baik. "Sesuatu yang dapat kami banggakan dengan semua kegilaan yang terjadi tahun ini," ujarnya. (Baca juga: Nikita Willy Indra Priawan Nikah, Mas Kawinnya Emas 75 Gram Bertahta Berlian)

Diluncurkan pada 2016, OSIRIS-REx yang dibangun dengan biaya senilai Rp12 triliun merupakan misi pengambilan sampel asteroid pertama NASA. Program ini mengikuti dua misi dari Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) yang telah mengambil debu dari permukaan asteroid -termasuk beberapa yang diambil tahun lalu yang saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke Bumi untuk dianalisis.



Sebelum misi JAXA, para ilmuwan mempelajari tentang isi asteroid terutama dengan mempelajari meteorit yang jatuh ke Bumi -dan yang dapat terkontaminasi saat mereka melakukan perjalanan melalui atmosfer dan menabrak planet.
halaman ke-1 dari 4
KOMENTAR ANDA
preload video
Top