Ilmuwan TOP Dunia Yakin Vaksin Tak Akan Musnahkan Virus Corona

loading...
Ilmuwan TOP Dunia Yakin Vaksin Tak Akan Musnahkan Virus Corona
Gambar virus corona. FOTO/ Daily
LONDON - Saat ini dunia berlomba-berlomba membuat vaksin virus corona, namun ilmuwan top dunia memperingatkan Vaksin tidak akan menghentikan virus corona untuk terus menyebar. (Baca juga: Siap Tampil Piala Dunia U20, PSSI: Syukur-Syukur Masuk 8 Besar)

Sir Patrick Vallance ilmuwan asal Inggris mengatakan kepada komite parlemen Inggris bahwa hanya satu penyakit cacar yang pernah benar-benar diberantas. Dia juga yakin kita masih jauh dari vaksin virus corona yang tersedia secara luas. (Baca juga: Misteri Kinerja Kirin 9000 Terungkap di Geekbench, Libas Snapdragon 865)

Vaksin utuk corona yang beredar saat ini tidak akan menghentikan virus corona dan tidak akan tersedia hingga setidaknya hingga akhir tahun ini.

Sir Patrick Vallance mengatakan mengobati Covid-19 mungkin lebih sama seperti menangani flu musiman.



'' Sementara penelitian vaksin menjadi lebih canggih dalam beberapa tahun terakhir, namun kami yakin vaksin masih jauh tersedia secara luas,'' tutur Sir Patrick seperti dilansir Daily Selasa 20/10/2020.
Ilmuwan TOP Dunia Yakin Vaksin Tak Akan Musnahkan Virus Corona

Dia juga memperingatkan bahwa hanya satu penyakit - cacar - yang pernah diberantas sepenuhnya tidak.

Sir Patrick mengatakan kepada komite parlemen pada hari Senin, 19 Oktober: "Saya pikir tidak mungkin kita akan berakhir dengan vaksin yang benar-benar mensterilkan yang benar-benar menghentikan infeksi.

laporan penelitian, COVID-19 kemungkinan akan menyebar sepanjang tahun. Hal ini merujuk sebuah temuan yang menyoroti pentingnya mengikuti langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk mengendalikan virus, seperti ditulis Live Science berdasarkan ulasan yang diterbitkan Selasa (15 September) di jurnal Frontiers in Public Health.



"COVID-19 akan bertahan dan akan terus menyebabkan wabah sepanjang tahun sampai kekebalan kawanan tercapai," kata Penulis Senior Studi Hassan Zaraket, Asisten Profesor Virologi di American University of Beirut di Lebanon, dalam sebuah pernyataan.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR ANDA
Top