Diprediksi Terjadi 12 Bulan Lagi, Es Alaska Picu Tsunami Setinggi Ratusan Meter

loading...
Diprediksi Terjadi 12 Bulan Lagi, Es Alaska Picu Tsunami Setinggi Ratusan Meter
Gletser Cascade, Barry dan Coxe di Prince William Sound, Alaska. Pencairan es di Alaska bisa menimbulkan mega-tsunami yang belum pernah terjadi sebelumnya. Foto/Live Science/Shutterstock
JAKARTA - Mega-tsunami di Alaska yang dipicu oleh longsoran batu yang dibiarkan tidak stabil setelah pencairan gletser kemungkinan besar akan terjadi dalam dua dekade mendatang. Bahkan para ilmuwan khawatir, mega-tsunami itu bisa terjadi dalam 12 bulan (1 tahun) ke depan. (Baca juga: Gempa Magnitudo 7,5 Guncang Alaska, Picu Peringatan Tsunami)

Laman Live Science melaporkan, sekelompok ilmuwan memperingatkan prospek bencana yang akan datang di Prince William Sound dalam surat terbuka kepada Departemen Sumber Daya Alam Alaska (ADNR) pada bulan Mei 2020.

Meski potensi risiko tanah longsor semacam itu sangat serius, masih banyak yang tidak diketahui tentang bagaimana atau kapan bencana ini bisa terjadi. Yang jelas adalah retret gletser di Prince William Sound, di sepanjang pantai selatan Alaska, tampaknya berdampak pada lereng gunung di atas Barry Arm, sekitar 97 kilometer (60 mil) di timur Anchorage.

Analisis citra satelit menunjukkan saat Gletser Barry mundur dari Barry Arm karena pencairan yang sedang berlangsung, bekas "luka" berbatu besar muncul di permukaan gunung di atasnya.
Diprediksi Terjadi 12 Bulan Lagi, Es Alaska Picu Tsunami Setinggi Ratusan Meter

Gletser Barry, terlihat pada September 2013. Foto/Lauren Dauphin/NASA Earth Observatory/USGS



Ini menunjukkan tanah longsor yang bertahap dan bergerak lambat sudah terjadi di atas fjord. Tetapi jika permukaan batu tiba-tiba memberi jalan, konsekuensinya bisa mengerikan. Meski terpencil, ini adalah kawasan yang sering dikunjungi oleh kapal komersial dan rekreasi, termasuk kapal pesiar.

"Awalnya sulit untuk mempercayai angka-angka itu," salah satu peneliti, ahli geofisika, Chunli Dai dari Universitas Negeri Ohio mengatakan kepada NASA Earth Observatory.

"Berdasarkan ketinggian endapan di atas air, volume tanah yang tergelincir, dan sudut kemiringan, kami menghitung bahwa keruntuhan akan melepaskan 16 kali lebih banyak puing dan 11 kali lebih banyak energi daripada longsor Teluk Lituya di Alaska tahun 1958 dan mega-tsunami," paparnya.



Jika kalkulasi tim benar, hasil seperti itu tidak mungkin terpikirkan, karena episode 1958 -disamakan oleh para saksi mata dengan ledakan bom atom- sering dianggap sebagai gelombang tsunami tertinggi di zaman modern. Ketinggiannya mencapai maksimum 524 meter (1.720 kaki).
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR ANDA
Top