Teknologi dan Inovasi Kunci Hadapi Persaingan di Masa Sulit

loading...
Teknologi dan Inovasi Kunci Hadapi Persaingan di Masa Sulit
PT Gunung Raja Paksi Tbk sendiri tak berhenti menempa diri untuk terus berinovasi guna menghadapi persaingan di industri. Foto/Ist
JAKARTA - Di masapandemik COVID-19, adopsi teknologi dan inovasi menjadi salah satu strategi menghadapi tantangan yang ada. Sadar akan hal itu, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP)mengadopsi teknologi terbaru dalam produksi dan layanan. (Baca juga: Kantongi Sertifikasi Los Angeles, GRP Berpeluang Ekspor Baja ke AS)

"Menghadapi tantangan yang ada perusahaan selalu meng-update teknologi di sektor produksi, kami juga mengadopsi SAP. Mengingat kondisi yang ada, kini transaksi dilakukan secara virtual atau online," kata Abednedju Giovano Warani Sangkaeng, President Director saat perayaan 50 tahun berdirinya PT Gunung Raja Paksi (GRP) dan Gunung Steel Group, sekaligus selebrasi perubahan logo perusahaan, baru-baru ini.

Teknologi yang tepat pada akhirnya akan menciptakan efisiensi. Nah efisiensi ini penting untuk berkompetisi dengan pesaing, termasuk produk baja dari China.

PT Gunung Raja Paksi Tbk sendiri tak berhenti menempa diri untuk terus berinovasi. Semangat yang turun temurun sudah diwarisi oleh para founders dan kemudian tertuang kembali ke dalam selebrasi perubahan logo baru dan 50 tahun berdirinya GRP dan Gunung Steel Group.



Napak tilas keberhasilan GGRP mengukir prestasi bermula dari ambisi dari Djamaluddin Tanoto, Kamaruddin dan Margareth Leroy. Ketiganya sepakat untuk menyatukan visi dan memulai langkah pertama mereka, mewujudkan mimpi dengan membangun sebuah pengolahan pabrik pipa besi dan baja di Kota Medan, Sumatera Utara, dengan nama PT Gunung Gahapi.

Bermodalkan kecanggihan mesin Electric Arc Furnace (EAF) berkapasitas 5 Ton, perlahan pabrik kecil yang mereka miliki menyumbang kuantitas produsi pipa besi nasional meningkat pesat menjadi 500 ton. Langkah demi langkah terus diambil dengan penuh ketekunan dan perhitungan, hingga mereka membulatkan tekad untuk berani berekspansi ke Pulau Jawa dengan mendirikan pabrik PT Gunung Garuda di daerah Cikarang Barat pada 1986.

Semangat inovasi untuk terus berkarya kemudian mendorong para founders melakukan observasi, mencari ilmu dan turut berpartisipasi dalam kegiatan industri besi baja dunia. Di tahun 1971, nama PT Gunung Garuda dan Indonesia perlahan mulai diperhitungkan perannya karena ikut berpartisipasi dalam pembentukan IISIA (The Indonesian Iron and Steel Industry Association) dan SEAISI (The South East Asian Iron and Steel Institute).



Dengan tekad dan ketekunan tinggi, para founders terus meningkatkan kapasitas produksi dan berinovasi membuat produk yang lebih beragam. Ini demi memenuhi berbagai kebutuhan baja yang semakin tinggi di era pembangunan dan perbaikan infrastruktur Indonesia.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR ANDA
Top