Seperti Manusia, Baterai Ponsel Bisa Stres, Ini Penyebabnya!

loading...
Seperti Manusia, Baterai Ponsel Bisa Stres, Ini Penyebabnya!
Tanpa sengaja membiarkan colokan charger melekat pada smartphone seperti yang dilakukan saat tertidur di malam hari, mungkin bisa berdampak buruk bagi baterai dalam jangka panjang.
JAKARTA - Ketahanan daya baterai smartphone yang cepat habis seringkali membuat kita bertanya-tanya dan menduga ada sesuatu yang salah terjadi pada perangkat tersebut.BACA JUGA : Simak 8 Perbedaan Spesifikasi Oppo Reno4 dan Oppo Reno4 F

Apakah karena pengecasan baterai smartphone terlalu singkat? Atau malah pengecasan dalam intensitas waktu yang cukup sering dan bahkan terlalu lama, sehingga sehingga menyebabkan kerusakan jangka panjang pada baterai.

Ternyata, kedua anggapan tersebut kurang tepat.

Menurut laman web perusahaan baterai Cadex di Battery University (batteryuniversity.com), baterai lithium-ion di smartphone ternyata sensitif dan bisa stres.
Seperti manusia, stres yang berkepanjangan dapat merusak masa pakai baterai ponsel cerdas dalam jangka panjang.



Jadi, jika ingin menjaga baterai smartphone tetap awet dan selalu dalam kondisi prima, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait umur baterai.
Pertama, sebaiknya tidak membiarkan pengecasan ketika baterai sudah terisi penuh.

Tindakan tanpa sengaja membiarkan colokan charger melekat pada smartphone seperti yang dilakukan saat tertidur di malam hari, mungkin bisa berdampak buruk bagi baterai dalam jangka panjang.

Banyak yang beranggapan, mengisi baterai sebaiknya dilakukan ketika akan tidur dan dibiarkan terisi penuh 100% saat pagi hari.



Padahal cara ini tidak tepat, karena saat baterai smartphone terisi penuh maka perangkat sesungguhnya mendapat daya untuk menjaganya tetap 100% dalam posisi charger tetap tercolok.

BACA JUGA : Pabrik Mulai Produksi Lagi, Stok Ponsel Oppo Batal Langka

Hal ini membuat baterai dalam keadaan stres tinggi dan tegangan tinggi, yang berpotensi mengikis bahan kimia di dalamnya sehingga mengakibatkan baterai akan cepat rusak atau bocor.

Bahkan terdapat ada dimana perangkat memungkinkan untuk menimbulkan percikan api kemudian terbakar. Biasanya kasus ini terjadi karena konsumen tidak menggunakan adapter charger orisinil.

Guna mengantisipasi pengisian daya baterai smartphone secara berlebihan, Oppo sendiri memiliki fitur terbaru di Reno4 F berupa AI Night Charging.
Fitur ini akan berhenti menarik arus dari pengisi daya baterai Oppo Reno4 F setelah kapasitas baterai mencapai 100%.

”Dikembangkan dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan mempelajari kebiasaan pengguna saat melakukan pengisian daya ponsel menjelang tidur,” ujar PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto A.

”Fitur ini dikembangkan dengan AI Night Charging akan membatasi waktu pengisian saat daya baterai telah mencapai 100%,” tambahnya.

Tips lain, sebaiknya pengguna melakukan pengecasan baterai sesegera mungkin ketika daya baterai menipis. Tidak perlu menunggu melakukan pengisian ulang daya hingga smartphone mati total atau kapasitas baterai mencapai 0%.

BACA JUGA : Kocak, Ngebet Headset Gaming, Pembeli Tawarkan Barter dengan Mesin Gerinda

Pengisian baterai dalam kondisi kosong akan memakan waktu lebih lama dibanding saat daya masih tersisa kurang dari setengah.

Idealnya, ketika indikator baterai smartphone menunjukkan level 35% atau 40%, maka segera lakukan pengisian daya.

Hal ini sebenarnya berlaku tidak hanya untuk smartphone Oppo dan dapat diaplikasikan ke hampir semua peranti Android lain agar kapasitas baterai tetap terjaga.
(dan)
preload video
KOMENTAR ANDA
Top